Kamis, 08 Juli 2010

Being “Normal”

Pasca putus dari kekasihnya, seorang teman mengirimkan sms-nya padaku, tak banyak yang dia tulis, hanya “I need my own life back to me dan kembali normal”. Aku sedikit mengernyitkan dahi, muncul pertanyaan besar dibenakku, apakah selama seseorang yang menjalin hubungan itu sesungguhnya kehidupannya hilang atau dia menjadi tidak normal???


Secara umum Normal diartikan sebagai kondisi yang seharusnya atau sewajarnya. Tapi unsur normal sangat subyektif jika disandingkan dengan abnormal, biasa, tidak biasa, luar biasa dan sejenisnya. Tidak ada yang secara pasti bisa menggambarkan sesuatu atau keadaan normal itu seperti apa, karena sifatnya sangat subyektif. Salah satu contoh, aku punya teman kos yang dia tidak pernah keluar kamar kecuali untuk mandi (dan keluar kos tentunya), bagi orang sepertiku yang tidak betah sendiri, teman kosku itu tidak normal alias abnormal, tapi mungkin bagi teman kosku itu, kondisinya adalah normal dan baik-baik saja.


Jika seseorang ingin kembali pada kondisi Normalnya, kita tidak bisa membayangkan atau membandingkan kondisi Normal dia dengan Normal versi kita, tentu sangat berbeda. Kondisi Normal sejatinya adalah kondisi dimana hati kita menjadi tenang, tentram dan enjoy dalam melakukan segala hal, jika terjadi sebaliknya maka kondisi itulah ab-normal. Dan untuk menjadi normal kembali tanyalah pada hati kita apa yang sebenarnya kita inginkan, itulah titik normalitas, meskipun itu jauh dari bayangan Normal orang awam.


Bagiku menjalin hubungan (apapun bentuk dan sebutannya) merupakan salah satu sifat kodrati manusia (zoon politicon), konsekwensinya adalah kerelaan untuk berbagi jalan hidup dengan sifat toleransi dan tidak menang sendiri (tentu dalam batas yang wajar). Memutuskan hidup bersama bukan perkara mudah, karena butuh keberanian dan persediaan stok ikhlas yang cukup, selama masih ada sisi yang merasa terenggut (secara tidak rela) maka berhentilah, karena semua akan berbalik menjadi abnormal. Mencintai itu membebaskan, membebaskan cinta itu memilih jalannya sendiri, itulah yang aku pelajari selama tiga tahun terakhir ini…….


(I’ll give your own life back to you totally)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar