Sabtu, 21 Mei 2011

Ulang Tahun Adikku



Tidak ada tradisi mengingat hari ulang tahun di keluarga kami, mengucapkan selamat ulang tahun apalagi memberi hadiah setiap ulang tahun. Tidak pernah ada perayaan ulang tahun. Mungkin karena inilah kami sekeluarga (ayah, ibu, aku dan adikku) memiliki tanggal lahir yang fiktif alias tidak sama antara tanggal yang tertera dalam Akta kelahiran, KTP, Ijazah dengan tanggal lahir yang sebenarnya. Tanggal lahir adikku tertukar dengan tanggal lahirku. Tanggal lahir yang tertulis dalam KTPku 21 Mei itu sebenarnya adalah tanggal lahir adikku, begitupun sebaliknya.

Mungkin Abi (baca: Ayah)-lah yang patut dipersalahkan atas kesimpangsiuran tanggal lahir kami karena tidak mencatatkan tanggal lahir kami secara benar dan sesuai. Sedangkan ibuku hanya mengingat hari kami dilahirkan, aku lahir pada Kamis Kliwon dan adikku lahir pada Selasa Wage, dimana pada hari-hari itu ibu kami rajin berpuasa. Ah sudahlah tak penting juga mempermasalahkan tanggal lahir, toh kita tidak akan masuk neraka hanya karena salah menuliskan tanggal lahir, begitulah kata Abi.

Aku dan adikku berjarak 6 tahun. Dia dilahirkan pada hari selasa pukul 09 pagi 20 tahun yang lalu. Aku ingat waktu itu aku baru pulang sekolah, meloncat kegirangan karena mendapatkan adik laki-laki. Kami tidak tumbuh dan menghabiskan masa kecil bersama, aku harus meninggalkan rumah saat dia mulai pandai bercerita, kami hanya bertemu beberapa minggu dalam setahun, itupun jika hari raya dan libur panjang. Setelah dia lulus SMA dia mengikuti jejakku, melanjutkan studi di kotaku, dan jarak saat ini jarak kami sangat dekat.

Kami adalah pasangan kakak beradik yang unik, kami tak selalu akur, dia adalah adik yang menyebalkan susah diatur dan aku adalah kakak yang cerewet. Dia selalu iri padaku karena menganggap ayah ibu lebih percaya padaku dari pada dia, jika dia menginginkan sesuatu dari ayah atau ibu dia pasti memanfaatkan aku sebagai perantaranya. Kadang dia kekanak-kanakkan dan konyol, tapi dia punya cara sendiri menyikapi hidup, baginya hidup ini harus dinikmati senikmat-nikmatnya, mungkin karena itulah dia selalu bisa menghangatkan suasana saat keluarga besar kami berkumpul. Tapi dibalik keceriannya, dia adalah pribadi yang mudah bimbang dan rapuh, dia mudah sekali jatuh sakit dan yang paling memalukan dia pernah sakit ber hari-hari karena patah hati.

Sebenarnya dia sama sekali tak perlu iri padaku, karena justru kedua orang tua kami menaruh perhatian lebih besar padanya. Abi tidak khawatir saat meninggalkanku di Pulau Garam untuk belajar, tapi dia menitikkan air mata saat dia mengatarkan adikku sekolah di Kota Ibu Kartini. Setiap ibu menelpon dia lebih banyak bertanya tentang adikku dari pada kabarku, sekalipun dia hanya menelpon dua menit pastilah satu setengah menitnya untuk adikku.

Tidak ada yang perlu engkau cemaskan sayang, asal kau menjalani hidup ini dengan baik, semua akan berujung bahagia. Tidak ada yang perlu kau takutkan sayang, karena kau dikelilingi orang-orang yang menyayangimu yang doanya tak pernah putus untukmu.

Selamat Ulang Tahun Adikku semata wayang Achmad Fawaid
Doa terbaik selalu untukmu,

Semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,
Kami semua menyayangimu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar