Senin, 24 Juni 2013

Syahrini Khomsa Real




Barangkali artis indonesia paling terkenal di seantero jagad saat ini adalah syahrini. Ini berdasakan pengalaman saya waktu umroh beberapa waktu yang lalu. Saat berjalan-jalan (lebih tepatnya belanja)di Madinah, banyak pedagang di disana memanggil saya (dan orang indonesia yang lain) dengan syahrini. Entah mengapa syahrini begitu terkenal hingga ke tanah Arab, mungkin karena dia sangat terpampang nyata dan cethar membahana, hingga dia sangat ikonik dan dimanfaatkan oleh pedagang-pedangan di Madinah (khususnya di sekitar Masjid Nabawi) untuk menarik pelanggan dari Indonesia. "Hayya Indonesia, syahrini, murah murah...." 

Jika anda tidak bisa berbahasa arab, jangan kuatir para pedagang di madinah (juga di Makkah) bisa berbahasa indonesia, mereka fasih menyebutkan angka-angka dalam bahasa indonesia, lima, sepuluh, dua puluh, tiga puluh, seratus dan seterusnya.  Mereka pandai tawar menawar dalam bahasa indonesia, cukup katakan "kam" atau "berapa" mereka langsung menjawabnya dg bahasa. Biasanya mereka menjajakan barang dagangannya dengan tiga bahasa, Arab, Bangladesh dan Indonesia, ini tentu karena banyaknya orang Indonesia yang datang kesana, bisa berbahasa Indonesia seolah jadi tuntutan wajib bagi para pedagang ;) 

Sedikit saran untuk anda yang shopacholic, berbelanjalah selagi di Madinah, barang disana lebih bagus dan berfariatif dari pada di Makkah. Masalah harga sangat tergantung dengan barang yang anda beli dan pandai-pandailah menawar. Cara mereka berjualan sangat

atraktif. penjual baju gamis berjualan naik gerobak sambil berteriak-teriak "tiga puluh tiga puluh", yang paling menarik adalah penjual kerudung "khomsa real" mereka berjualan sambil melempar-lempar barang dagangannya, ada juga yg sambil bernyanyi. Suasana ramai seperti ini biasanya berlangsung setiap selesai shalat jamaah ashar, isya' dan subuh karena cuaca tidak panas. Begitu anda keluar dari areal Masjid Nabawi langsung disambut dengan suara-suara penjual yang unik-unik, anda bisa berbelanja berbagai macam oleh-oleh sambil memberi makan burung dara saat pagi dan jika beruntung anda juga bisa menikmati proses terbukanya payung-patung cantik di halaman masjid ;) 

Bagi anda yg kangen "gaul", di depan masjid nabawi ada mall, fasilitasnya lumayan lengkap. Barang-barang di mall kualitasnya lebih bagus dibanding di luar, ada KFC, sturbucks, dan berbagai jenis makanan Indonesia seperti bakso dan soto, katanya klo musim haji bakso jadi menu favorit meski harganya sangat mahal dan rasanya "flat". 

Oh ya, selain syahrini, ada artis Indonesia yang juga populer disana yaitu bang Saipul Jamil, jangan heran bagi lelaki yg dipanggil Saipul Jamil, bagi mereka mungkin semua lelaki Indonesia seperti atau minimal kenal Saipul Jamil :D


Kamis, 20 Juni 2013

Raudhatul Jannah (Taman Surga)






Jika ditanya moment apa yang paling berkesan saat mengunjungi Madinah, jawabannya pasti saat berdoa di Raudhah. Raudhah (dalam bahasa Arab berarti Taman) adalah sebuah tempat di masjid Nabawi persisnya sebuah tempat diantara rumah Rasulullah (sekarang makam Rasul) dengan mimbar (tempat imam).Tempat ini begitu istimewa, Rasulullah pernah bersabda "Antara rumahku dan mimbarku adalah Raudhah, taman diantara taman-taman surga" (HR Muslim). Raudhah adalah tempat mistajab untuk berdoa, siapapun yang shalat dan berdoa disana, insyaAllah akan terkabul. 

Berdoa di Tempat ini tentu menjadi tujuan utama setiap muslim di Madinah. Tapi tak semudah itu untuk memasuki Raudhah. Membutuhkan kekuatan dan tenaga ekstra untuk dapat berdoa disana. Anda harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang untuk memasuki tempat yang lebarnya kurang lebih hanya 144 meter persegi itu. Beruntunglah bagi anda kaum lelaki karena dapat mengakses Raudhah dan berziarah ke makam Rasul setiap saat, namun tidak bagi kaum perempuan, Raudhah hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu, biasanya dibuka setelah waktu dhuha (sekitar jam 10) dan setelah isya, tapi kadang dibuka setelah dhurur tergantung sintuasi dan kondisi yang memungkinkan begitulah kata askar (petugas keamanan) masjid.

Pengalaman pertama kami memasuki Raudhah sungguh berkesan. Berkunjung ke Raudhah menjadi agenda utama rombongan kami saat tiba di Madinah, kami menggunakan jasa Muthawwif (semacam guide) untuk memudahkan kami memasuki Raudhah. Jadwal ke Raudhah malam hari setelah isya (sekitar pukul 10 waktu setempat) tapi karena saya dan 3 teman sekamar saya terlalu lelah, kami memutuskan untuk mengunjungi Raudhah keesokan harinya. 
FYI, saya dan 3 teman sekamar saya kelelahan setelah seharian "itikaf" di Nabawi, saking senangnya kita tiba di Madinah, kita langsung berjamaah di Nabawi mulai dhuhur hingga Maghrib, padahal jarak antara waktu ashar dan maghrib sangat lama, perbedaan waktu itu yang tidak kami perhitungkan sehingga kami lelah menunggu di masjid dan belum sempat beristirahat setelah perjalanan jauh. Al hasil kami kelelahan dan memutuskan untuk tidak ke Raudhah bersama rombongan malam itu.

Keesokan harinya seperti biasa kami selalu Sholat di Nabawi. Setelah acara ziarah ke tempat- tempat bersejarah di Madinah, kami kembali sholat dhuhur di Nabawi. Setelah sholat dhuhur kami tidak langsung pulang, iseng-iseng kami bertanya kepada petugas kebersihan yang kebetulan orang Indonesia kapan Raudhah dibuka. And yup, we were lucky, karena waktu itu Raudhah akan dibuka dan kami disarankan untuk menungggu di depan gerbang pembatas.

Bagi kaum perempuan memasuki Raudhah harus mengantri. Antrian dikelompokkan berdasarkan nama negara atau benua. indonesia termasuk malaysia masuk golongan Asia, ada juga golongan india dan Bangladesh dan orang-orang arab berjubah hitam. Biasanya Askar membawa tulisan nama-nama negara seperti saat perlombaan olah raga untuk memudahkan mengkoordinir jamaah. Tapi percayalah antrean itu tak selamanya berhasi., usaha saling dorong dan serobot masih terjadi.
Untuk masuk ke Raudhah harus melewati beberapa rute. Rute pertama adalah gerbang pembatas antara jamaah lelaki dan perempuan. Gerbang ini harus dibuka dulu untuk bisa melewati area jamaah lelaki, karena Raudhah dan makam Rasul berasa di area jamaah laki-laki. Rute kedua kita harus melewati jalan yang sudah disiapkan askar, jalan ini sebenarnya jalan biasa cuma dibatasi oleh pagar-pagar plastik bongkar pasang yang khusus dipasang untuk jalur perempuan ke Raudhah. Jalur ini dibuat agar kaum lelaki dan perempuan tetap tidak bisa saling "mengintip". Dan jalur terakhir adalah "ruang tunggu", saya menyebutnya begitu karena ditempat inilah kelompok-kelompok tadi menunggu giliran untuk masuk Raudhah. Biasanya kelompok yang didahulukan adalah kelompok orang Arab merjubah hitam dan orang india, postur tubuh mereka besar dan sangat ekstrim saat berdoa, Askar sampai kualahan menertibkan orang-orang ini saat berdoa agar tidak terlalu berlebihan. Kelompok Asia termasuk Indonesia biasanya diurutan terakhir karena postur tubuh kita yang kecil akan lebih aman jika tidak dibarengkan dengan kelompok "jubah hitam". Al hasil, kelompok Asia harus menunggu berjam-jam untuk masuk Raudhah. 

Tentang Raudhah ini saya juga sudah dibekali ceritan dan pengalaman oleh Ibu yang sudah berangkat haji. Bahwa di Raudhah sangat ramai, harus berlari untu sampai kesana, harus kuat dan berdoalah sambil sujud agar tidak cepat diusir Askar, karena jika sudah berdiri dianggap sudah selesai berdoa dan Askar akar menyuruhmu keluar karena masih banyak yang mengantri. Tapi bagaimanapun ceritanya, hanyalah cerita, kenyataan yang terjadi kadang lebih mengejutkan. 

Kembali pada kami yang sedang menunggu Raudhah. Kami menunggu di deretan Malaysia, kami tidak melihat Askar membawa Tulisan Indonesia, jadi kami anggap kita serumpun dan duduk di deretan Malaysia, tapi jangan coba-coba menerobos antrian dan bergabung dengan negara non-asia, askar akan mengusirmu. Tidak sulit bagi askar untuk mengenali orang asia (khususnya Indonesia) selain dari wajah, kostum yang kami pakaipun berbeda, orang Asia menggunakan mukenah, negara lain hanya menggunakan kain lebar atau berpakaian hitam. Mukenah sangat known well as Asian ;)

Kami mengantri dideretan terdepan, tidak sabar menunggu gerbang pembatas itu dibuka. 
Tidak lama kemudian gerbangpun pun dibuka, seperti anak ayam yang lepas kandang kami berlari, entah kami berlari kemana, kami mengikuti jalan berharap jalan itu membawa kami ke Raudhah. Kami terus berlari entah siapa yang mengomando kami berlari, kami melihat orang di depan kami berlari kami pun ikut berlari. Kami terus berlari tanpa pemperdulikan panggilan askar, dibelakang kami askar berteriak "Asia wait, wait asia.." Tak peduli, kami terus berlari sekencang-kencangnya hingga sampai pada suatu tempat segi empat yang dibatasi dengan pagar-pagar plastik, kami yakin inilah Raudhah. Tidak susah memang untuk mengenali Raudhah, dalam Raudah terdapat pilar- pilar besar yang berhiaskan kaligrafi indah berbeda dengan pilar-pilar lain di dalam masjid, karpet Raudhahpun berbeda warna, warna karpet Raudhah biasanya hijau sedangkan karpet yang lain berwarna merah. 

Kami masuk Raudhah dengan ngos-ngosan, serasa nafas sudah ada diubun-ubun, inilah mengapa berlari tanpa pemanasan sangat tidak disarankan karena sangat berbahaya hehe, tapi karena lari kami cukup kencang, kami sampai lebih dlu di Raudhah dari Askar-askar itu. Kami adalah orang pertama sampai di Raudhah, Raudhah sepi, kami langsung ambil tempat pojok disamping makam Rasul, kami sempatkan untuk shalat, tapi tak sampai genap kami shalat dua rakaat, puluhan bahkan mungkin ratusan orang masuk Raudhah bersamaan, merekalah kelompok orang Arab berjubah hitam. Kami tak bisa shalat dengan tenang, mereka sangat ganas, begitu mereka masuk tak peduli apapun mereka langsung mendekat ke makam Rasul tempat kami shalat, tak mempedulikan apakah ada orang sholat atau tidak semua diterjangnya, al hasil saling sikutpun terjadi dan kami terjepit diantara orang-orang berbadan besar. 

Kelompok berjubah hitam itu berdesak-desakan masuk. Mereka berdoa sambil meratap, bahkan ada yang memaksa meloncat pagar makam Rasul, para askarpun bertindak mengamankan, menarik narik orang- orang berjubah hitam agar tidak meloncat pagar, agar beribadah dengan tertib dan tidak berlebihan, "haram ya hajjah, haram" askar terus berteriak memperingatkan orang-orang itu, namun orang2 itu seperti kerasukan dan tiba-tiba"bukk.." Salah satu dari perempuan berjubah hitam itu jatuh tersungkur di depan kami, entah apa penyebabnya mungkin ditarik askar hingga dia tersungkur, ajaib, yang lain tak peduli tetus saja merangsek, dan kami semakin terjepit. Melihat kami yang terjepit askar menyuruh kami berdiri dan agak mundur. Kami berdiri sambil terus berdoa, juga seolah tak terganggu dengan chaos yang terjadi disekitar kami. Kami terus berdoa sambil bergandengan tangan, takut diantara kami ada yang terjatuh dan terinjak, kami saling merekatkan pegangan. Perlahan kami berser dan bergeser hingga mendekati jalan keluar. Demi keamanan kami memutuskan untuk menyudahi agenda doa di Raudhah siang itu dan berjalan menuju pintu keluar. 
Begitu sesampainya di luar area Raudhah, kami bisa bernafas dengan lega, kami saling memandang, saling melempar senyum dan menertawakan keadaan kami yang kacau balau akibat berdesak-desakan, mata kami masih sembab tapi kami puas. 

Entah apa yang ada dipikiran kami saat berlari menuju Raudhah, mungkin itu sugesti atau terlalu bersemangat sampai tak tahu jika harus mengatri. Waktu itu saya hanya teringat cerita-cerita ibu saya, katanya memang harus berlari, ya kami berlari tanpa memperdulikan apapun, hingga akhirnya kami terjebak di dalam dengan kerumunan orang-orang berjubah hitam.

Pengalaman kami mungkin tidak untuk ditiru, agar dapat berdoa dengan tenang dan tertib maka harus mengantri, tidak perlu berlari-lari seperti kami. Berdasarkan pengalaman pertama kami, kami memutuskan untuk mengunjungi Raudhah lagi keesokan harinya, tapi kali ini dengan tata cara yang benar, kami mengantri beserta rombongan yang lain ditemani oleh Muthawwif. Alhamdulillah kami tidak terlalu lama menunggu, karena waktu kami tiba di Masjid pintu pembatas sudah dibuka dan kami duduk mengantri di ruang tunggu. Pada kunjungan kedua ini kami bisa shalat dan berdoa dengan khusyuk tanpa takut tergencet atau terinjak karena ada muthawwif yang menjaga dan mencarikan kami ruang kosong. Kami berdoa lama, menangis, memohon, menyebutkan semua permohonan, memanggul semua nama yang dikenal, berharap Ridho Allah dan Syafaat Rasulullah.
Bagaimanapun pengalaman pertama kami di Raudhah begitu istimewa yang mungkin tidak dirasakan oleh rombongan yang lain. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kami, amiin....

Rabu, 19 Juni 2013

Makkah Al Mukarromah, Madinah Al Munawwarah



Makkah Madinah, dua kota ini adalah kota tujuan ibadah ummat Islam. Makkah adalah kota dimana Ka'bah berdiri, episentrum peradaban islam, arah kiblat pemersatu arah shalat. Sedangkan madinah adalah tempat rasul berhijrah, tempat islam berkembang pesat dan tempat rasul menghabiskan sisa hidupnya. 

Jika makkah punya masjidil haram (ka'bah), madinah punya masjid Nabawi, masjid tempat peristirahatan terakhir Rasulullah SAW. Tentang keistimewaannya, tidak perlu diragukan lagi. siapapun yang shalat si Masjid Nabawi baginya 10.000 pahala, jika shalat di Masjidil Haram baginya 100.000 pahala. 

Meskipun kedua tempat tersebut istimewa, tapi keduanya memiliki karakteristik berbeda. Kota Madinah lebih indah, lebih nyaman, dan tertib berbeda dengan Makkah yang crauded, selayaknya kota-kota besar. Karakter penduduknya juga berbeda, penduduk Madinah lebih santun dibanding orang Makkah yang cenderung 'kasar'. Hal ini mingkin juga dipengaruhi faktor sejarah keduanya yang berbeda. Dahulunya penduduk Makkah adalah kaum Quraish, kaum yang terkenal bengal, sedangkan penduduk Madinah (dahulu Yasrib) terdiri dari beberapa suku yang hidup berdampingan, Bani Aus dan Khazraj serta tiga suku Yahudi yaitu Bani Qoinuqo', Bani Quraidhah dan Bani Nadhir. 

Perbedaan itu yang saya rasakan saat mengunjungi kedua kota tersebut dalam rangka ibadah umroh. Saya berangkat dari Jakarta naik Saudi Arabia Airlines langsung menuju Madinah, tidak seperti kebanyakan umroh lain yang turun d jeddah baru pergi ke Madinah. Dengan pertimbangan akan menghemat waktu perjalanan dari Jeddah ke Madinah yang menghabiskan waktu sekitar 7 jam. Singkatnya perjalanan ibadah umroh saya berawal dari Madinah Al-Munawwarah. 

Setiba saya di Madinah saya langsung jatuh cinta dengan kota ini, betah rasanya berlama-lama tak ingin pulang ;)). Kegiatan selama di Madinah adalah berziarah (berkunjung) ke tempat-tempat bersejarah, sholat di Masjid Quba (masjid pertama yang didirkan Rasulullah SAW), masjid Qiblatain dan mengunjungi kebun kurma, tentu yang utama adalah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berdoa di Raudhah dan Makam Rasulullah. 

Jatah tinggal di Madinah hanya 3 malam 4 hari, perjalanan dilanjutkan menuju Makkah untuk ibadah umroh dengan terlebih dahulu Miqot dan niat Ihram di Bir Ali, karena saya berangkat dari Madinah maka untuk Miqot niat Ihram dilakukan di Masjid Bir Ali sebagaimana penduduk Madinah. 
Madinah - Makkah berjarak kurang lebih 450 km, sekitar 5 jam perjalanan naik bis. Begitu sampai di Makkah aura perbedaan sudah terasa, Makkah lebih ramai, lebih sibuk dari Madinah, banyak orang berlalu lalang tak beraturan, tapi disinah semua ibadah utama dilakukan, Thawaf, Sa'i, Tahallul, rangkaian rukun ibadah umroh (begitu juga haji) dilakukan di Makkah, karena itulah Makkah menjadi kota yang sibuk. Kota Makkah tak sebersih dan setertib Madinah, dari segi bangunan dan fasilitaspun lebih "homey" di Madinah. Sekarang saya sangat mengerti mengapa Rasul SAW memilih untuk berhijrah ke Madinah. 

Meskipun begitu Makkah tetap kota Utama, Ka'bah yang berdiri kokoh d Masjidil Haram membuat hati setiap orang beriman merinding, haru sekaligus merasakan langsung kebesaran Allah SWT.  Kekuatan Magnet spiritual itu tak ada yang bisa membendung, cucuran air mata, lantunan takbir dan doa terus berkumandang, berseru dari setiap hati yang resah, pasrah dan berharap kepada sang Pencipta. 
Allahu Akbar, Labbaik Allahumma Labbaik....

Senin, 03 Juni 2013

Journey To The West

Rasanya tak perlu saya jelaskan hal ihwal saya bisa pergi Umroh gratis, Tuhan punya caranya sendiri untuk memanggil hambaNya mengunjungi RumahNya. And here I'm now, menunggu boarding pesawat Saudi Arabia Airlines menuju Madinah. 

Jadwal keberangkatan pesawat masih pukul 06.45, tapi berjam-jam sebelumnya kami harus sudah siap d bandara untuh mengurus hal ini dan itu termasuk pembagian paspor dan visa. Beginilah jika pergi dengan rombongan menggunakan jasa tour dan travel, kami harus mengikuti semua jadwal yang sudah ditentukan karena paspor dan visa mereka semua yang atur. 

Karena kami berangkat menggunakan pesawat pagi, maka kami berangkat dari malang sehari sebelumnya dan harus bermalam di Jakarta. Dari malang ke jakarta kami menggunakan pesawat citilink. Perjalanan dari malang menuju jakarta  sepenuhnya mulus, cuaca sedang tidak bagus, turbulensinya nyaris bikin orang2 histeris, tapi syukur Alhamdulillah akhirnya sampai d jakarta dengan selamat.

Sebagaimana biasanya orang2 yang hendak pergi ke tanah suci, kami juga mengadakan "ritual" pelepasan jamaah, karena kamiberangkat rombongan atas nama lembaga (fakultas) maka dilepaskan secara resmi dari kampus oleh dekan. Tidak hanya itu, di bagian HI juga diadakan "party" kecil2an, sebenarnya tidak bermaksud secara khusus melepaskan kpergian saya umroh, tapi kebetulan ada yang berualang tahun jadi sekalian kami gabungkan acaranya. Singkatnya ritual pelepasan jamaah umrah berjalan meriah.

Yang membuat kami deg-degan adalah kondisi cuaca di tanah suci, munurut info sekarang disana misim panas, cuaca mencapai 50 - 55 derajat. Tapi bagaimanapun kondisinya kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya tentunya dengan banysk berdoa dan berpasrah agar perjalanan ibadah berjalan dg khusyuk dan lancar, amiin.

Barangkali tak ada perjalanan yang mudah, juga tidak ada yang sulit hanya berdoa, berusaha dan berpasrah, semoga perjalanan kami diridhoi oleh Allah SWT. 


Jumat, 31 Mei 2013

June, The Mounth of Hope

June, bulan ke enam dalam kalender masehi. Menurut sejarahnya kata Juni diambil dari nama Dewi Juno istri Dewa Jupiter dalam sejarah Romawi. Juno adalah Dewi yang kuat dan tangguh sekaligus penyayang dan hangat melambangkan posisi perempuan dalam keluarga, sehingga konon katanya pada zaman dahulu kala bukan Juni dianggap bulan yang paling baik untuk melangsungkan pernikahan. Pasangan yang menikah di bulan Juni akan dikarunia kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidupnya. Konon kabarnya seseorang yang lahir di bulan ini berjiwa romantis, gigih, selalu ceria dan keras kepala. 

Terlepas dari faktor sejarah dan asal muasal bulan Juni, bagi saya Juni adalah bulan harapan, the mounth of hope. Alasan utamanya adalah karena pada bulan ini saya lahir. Selain itu, banyak hal penting dan keputusan penting dalam perjalanan hidup saya terjadi pada bulan ini. Lahir, dapat pacar, putus cinta, dapat pekerjaan pertama, pergi ke luar negeri untuk pertam kalinya, semua terjadi pada bulan ini.

Juni tahun ini akan tersa spesial, karena saya akan pergi ke tanah suci untuk ibadah umroh. Awalnya saya berharap bisa ke Jerman untuk Joint Summer Programme, tapi Tuhan berkehendak saya mengunjungi "Rumah"Nya. Don't ask me how does it feel, saya dilanda galau beberapa hari. Saya sadar ini bukan perjalanan biasa, saya akan berkunjung ke tempat dimana asal muasal Agama dan keyakinan saya dibawa ke muka bumi. Mengunjungi tempat dimana Adam dan Hawa bertemu, tempat Ibrahim mempersembahkan seluruh hidupnya, tempat Rasul Muhammad dilahirkan, menerima wahyu dan berziarah ke pembaringannya yang terakhir. Semua pengalaman spiritual mereka yang akan saya rasakan pada bulan Juni ini. 

Rasanya lengkap sudah Juni di tahun ini sebagai bulan penuh pengharapan. Berharap Tuhan selalu memberikan berkah dalam hidup saya, menjaga dan menuntun saya, melapangkan dan memudahkan segala urusan hingga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik, berbuat baik untuk lebih banyak orang lagi, amiin.

*enjoy your june everybody, love you all :))

Sabtu, 04 Mei 2013

Hunting New Ipad

Seminggu yg lalu saya membeli Ipad, new Ipad 64 Gb wifi and 3G. Sudah lama sy menginginkan benda ini, untuk mendapatkannya tidaklah mudah, harga 7,9 jt bukan jumlah yang kecil buat dosen baru seperti saya, berbulan-bulan harus melakukan penghematan dan sesekali lembur agar uang di tabungan cukup.

Setelah cukup uangpun, barang ini tidak mudah didapat, karna mungkin barang ini sudah sould out dan Apple tidak menjualnya sembarangan. Di Malang hanya ada satu authorize seller Apple yang saya tahu, Ipad tidak selalu ada, tergantung stock dari pusat, jikapun ada spesifikasi tidak seperti yg saya inginkan, kebanyakan yang masih ada Ipad 2 wifi, saya pikir sekali saya beli, saya harus membeli dg spesifikasi yg maksimal. Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu hingga barang yg saya inginkan tersedia, atau membelinya di Surabaya karna banyak Apple store dsana.

Tanggal 24-25 April lalu saya ke Surabaya, kebetulan ada workshop yang harus saya ikuti. Mumpung di Surabaya saya niatkan untuk berkeliling mall-mall penjual Ipad. Dibantu seorang teman saya mulai hunting, dari mall ke mall, Tunjungan Plasa, SUTOS, hingga Ciputra World saya jelajahi, unfortunatelly, stock Apple untuk semua jenis di Apple store telah habis terjual, menurut mas-mas penjaga toko, untuk tahun ini Ipad 2 dan New Ipad sudah tidak dikeluarkan lagi, karena Apple akan mengeluarkan Ipad 4 dan Ipad mini, sang mas menyarankan untuk menunggu hingga farian terbaru ipad tersebut keluar. Ya sudahlah, may be its not my luck. Alhasil misi berburu Ipad d Surabaya gagal.

Sempat terpikir untuk tidak lagi berburu Ipad, hingga seminggu kemaren saya dengan seorang teman jalan-jalan ke Mall dan melewati App store yang biasa saya kunjungi di Malang. Teman saya menyarankan untuk bertanya pada penjaga toko, siapa tahu Ipadnya masih ada. Awalnya saya ragu karena di Surabaya yg lebih komplit saja tidak ada apalagi d Malang, tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya semoga teman saya benar. Dan memang benar, New Ipad masih ada dan tinggal satu-satunya dengan spesifikasi yg cukup komplit 64 Gb wifi dan 3G. Sebenarnya saya tidak membutuhkan kapasitas sebesar itu, 32 Gb wifi+3G sudah cukup bagi saya, tapi apa mau dikata ini tinggal satu satunya dan selisih harga hanya 400rb dg 32GB. Sayangnya, pada waktu itu saya tidak membawa cash, kartu debit saya hanya bisa mengeluarkan maksimal 5jt/hari, jadi sya harus pulang mengambil uang cash, singkatnya saya tidak jadi membeli Ipad saat itu dan saya berniat kembali esok hari dengan harapan Ipad itu masih ada. Akhirnya saya pulang dg hati yg gelisah, sepanjang malam saya memikirkan Ipad itu, semoga dia masih ada untuk saya ;)
Keesokan harinya saya kembali ke toko itu dengan harapan Ipad masih tetap ditempatnya, Alhamdulillah Ipad masih ada dan tanpa Pikir-pikir lagi saya membelinya, and here Im right now wth my New Ipad hahahaha

Rasanya pasti senang mendapatkan apa yang kita inginkan, segala pengorbanan terlihat manis. Sudah sejak lama saya menginginkan benda ini, bukan untuk sekedar gaya-gayaan atau mengikuti trend, tapi saya melihat bahwa benda ini akan sangat membantu aktifitas sy. Ipad punya banyak fitur yg memudahkan pekerjaan saya, bisa donlot majalah dan koran gratis, e-book, socmed dan lainnya. Meskipun saya masih dalam tahap belajar menggunakannya, semoga nanti benda ini bisa berfungsi secara optimal, se optimal isi tabungan saya yg menipis gara-gara benda ini. Hehehe....

Kamis, 02 Mei 2013

Kejutan Sore

Kita gak pernah tahu kapan Tuhan akan mengabulkan doa kita, bisa besok, lusa atau seketika itu juga, yg perlu dilakukan adalah menunggu dan meyakini.
Saya meyakini bahwa Tuhan maha mendengar dan mengabulkan segala doa, semua doa akan dikabulkan dg cara dan timing yang pas. Tidak terburu-buru atau terlalu lama semua akan indah pada waktunya. Seperti kemaren sore, ketika kejutan itu datang tanpa persiapan, suprise yang indah luar bisa, Tuhan mengabulkan salah satu resolusi saya tanpa syarat.

Saat awal tahun, saya menuliskan 3 resolusi, salah satunya adalah pergi ke luar negeri. Waktu itu saya menuliskan bahwa tahun ini saya harus ke luar negeri, minimal ada satu negara yang saya kunjungi untuk conference atau kegiatan ilmiyah lain, sukur-sukur jika hanya bisa jalan-jalan. Tapi Tuhan berkehendak lain, saya jadi ke luar negeri tapi tidak untuk menghandiri konfrensi tetapi untuk ibadah. Yup, pada tahun ini tepatnya awal bulan Juni saya akan berangkat umrah fi baytillah. Ini adalah kejutan Tuhan yang luar biasa.

Tidak pernah terpikir untuk berangkat umrah secepat ini, meskipun itu sangat diingini tapi secara tiba-tiba ada rasa haru yg luar biasa. Mungkin beginilah rasanya bahagia, rasanya seperti habis dilamar Leonardo de caprio *mungkin

Bagaimana saya bisa berangkat umrah? Ceritanya berawal dari program fakultas tentang rekreasi tahunan. D fakultas sya, fakultas hukum universitas brawijaya, kami punya agenda tahunan berupa rekreasi bersama yg diikuti oleh semua dosen dan karyawan, tujuanya barang tentu untuk menambah keakraban dan refreshing dr segala rutinitas kerja. Biasanya kegiatan iyu dilakukan dg mengunjungi tempat-tempat wisata baik d dalam maupun d luar negeri. Namun nampaknya banyak pihak yg bosan dg aktifitas seperti itu dan mengusulkan untuk mengubah kegiatan jalan-jalan menjad ibadah. Demi menghormati keinginan tersebut, dilakukanlah polling untuk menentukan apakah rekreasi tahunan tetap diadakan ataukan diganti dg umrah *bagi yg beragama islam. Poling semacam ini juga dilakukan setiap kita menentukan tempat kunjungan rekreasi. Alhasil, separuh dari dosen dan karyawan memilih untuk melaksanakan umrah dari pada rekreasi, dengan alasan akan lebih banyak manfaatnya jika digunakan untuk ibadah dari pada hanya untuk bersenang-senang. Untuk menghormati ummat yang beragama lain dan sebagian muslim yang tidak ingin pergi umrah, program rekreasi tetap dilakukan sebagaimana biasa. Karena peserta umrah banyak, umrah dibagi menjadi beberapa kloter. Rencananya pertahun akan diberangkatkan satu kloter beriaikan 40 orang, atau disesuaikan dengan kemampuan keuangan fakultas, karena sejatinya program ini menggunakan dana kesejahteraan dari fakultas. Singkat cerita setelah melalui proses pengundian peserta, saya termasuk dalam kloter pertama yang berangkat, alhasil bulan depan depan saya berangkat umrah.

Ini adalah perjalanan ibadah, sangat lain rasanya dibanding pergi ke Ausie, Roma, Jerman untuk conference. Ada hati yang harus dipersiapkan dan niat yang diluruskan. Disana banyak tempat terberkati Tuhan, dimana doa semua terkabulkan,Tanah Haram. Seluruh ummat muslim sedunia berkumpul di berbagai penjuru Ka'bah sebagai kiblat utama, pemersatu ummat manusia. Disanalah saya akan memanjatkan doa, mungkin doa yang sama dengan doa yg setiap hari saya mohonkan pada Tuhan, bedanya kini saya bisa lebih dekat dg "rumah"Nya mengetuk pintu-pintu ijabah. Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah.

Labbaik Allahumma Labbaiikk.......