Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Dikejar Bule Hitam

Sebulan yang lalu, saya pergi ke Bali sendirian (sudah saya ceritakan alasan dan kronologisnya dalam note sebelumnya). Ada cerita menarik dari waktu kepulangan saya dari Bali, bertemu bule aneh. Ceritanya kurang lebih demikian:

Saya kembali ke Malang pada hari kamis (17/11) dengan pesawat Wings Air. Pada hari itu, menurut informasi yang saya dapat, lalu lintas ke arah bandara Ngurah rai akan sedikit macet karena lagi hebohnya kedatangan Hillary Clinton dan Barack Obama, akhirnya saya putuskan untuk berangkat satu jam lebih awal, agar tidak terjebak macet.

Pesawat saya dijadwalkan take off pukul 14.00 wita, pukul 12.30 saya sudah nangkring di lounge bawah bandara Ngurah rai. setelah check in saya harus menunggu bagasi karena baru dibuka pukul 13.00 WITa, sambil menunggu saya duduk di lounge bawah sebelah barat, dekat tempat makan dan toko souvenir, saya memilih duduk di ujung bangku yang kosong, berharap tidak ada orang yang menggangu.

Waktu saya menunggu tiba-tiba ada Bule hitam duduk disebelahku. Sekilas saya melihat orang itu tinggi besar berkulit hitam, dengan baju putih panjang (semacam abaya) dan peci warna mencolok (hijau merah kuning), tanpa bertanyapun siapapun tahu pasti dia orang afrika.

Awalnya saya cuek saja, berpikir tidak mungkin kami terlibat pembicaraan karena kendala bahasa. Namun tiba-tiba suara sang pria itu memecah kesunyian.

“excuse me, do you speak english?”
Saya celalingak-celinguk, apakah orang ini berbicara pada saya?

“yes, i do” jawab saya ragu, beberapa hari itu saya agak keminggris, bertemu dengan beberapa bule dan mengobrol dengan mereka selama konfrensi.

Dia mulai memperkenalkan diri, Mr. X bekerja di kedutaan besar Nigeria untuk Indonesia sebagai Ambassador, begitulah yang tertera dari kartu nama yang dia berikan. Dan kami pun “terpaksa” bertukar nomor telpon.

Dia berada di Bali dalam rangka pembukaan KTT ASEAN, dia adalah duta besar Nigeria untuk urusan ASEAN. Karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di Jakarta dia tidak bisa mengikuti acara sampai selesai, disamping itu dia juga tidak terlalu suka Bali –ya iyalah secara afrika lebih panas dari Bali- :D

Awalnya obrolan kami sangat menyenangkan, seputar pendidikan, hukum (dia juga lawyer), budaya, sedikit politik hingga banyaknya Nigerian yang jadi pemain bola di Indonesia. Overall dia sangat ramah.

Tapi lama kelamaan saya tidak nyaman dengan obrolan kami, dia mulai bertanya tentang masalah pribadi, dimana rumah saya, orang tua saya, pacar saya an so on.... -menurut saya ini perbincangan sensitif bagi orang yang baru pertama kali ketemu- saya hanya menjawab sekenanya saja, dan mencoba mengalihkan pembicaraan pada hal-hal yang umum. Yang paling membuat saya tidak nyaman adalah tentang keinginanya untuk bertemu lagi dengan saya di Malang, dan membicarakan hal-hal yang lebih pribadi, dia juga terang-terangan bilang menyukai saya. (plis deh, baru kenal juga bicaranya ngawur...)

Karena saya sudah merasa tidak nyaman, saya pilih jurus seribu kaki alias kabur melarikan diri. Singkat kata singkat cerita aku berhasil pergi dengan alasan harus boarding secepatnya, meski sebenarnya masih tersisa 30 menit lagi.

Unfortunatelly pesawat saya dan pesawat dia berangkat di jam yang sama melewati gate yang bersebelahan. Untuk menghindar dari pandangannya saya harus bersembunyi diantara kerumunan orang (lucky me have a little body hehehe...)

Sebelum take off dia sempat menelpon, katanya dia sangat ingin bertemu lagi denganku, dia juga berjanji akan sering-sering menghubungiku dan aku juga bisa menghubunginya kapanpun. Aku hanya tertawa kecil mendengarnya, lalu dengan tegas aku jawab, “ you can call or come if I don’t have any appointment with another guy, and I’m not sure about meeting you again” (terlalu kasar, mungkin :). Sebelum menutup telpon dia memintaku untuk menelponnya sesampainya di Malang, and I just can say “insyaAllah...”

setelah pertemuan itu, dia terus menelpon, mencoba menghubungi tepatnya, karena beberapa kali dia menelpon, tidak saya angkat. Dia juga mengirim beberapa sms, dari beberapa pesannya yang mampir hanya satukali saya balas, itupun hanya dengan “i’m apologize, i can’t answer ur call, i have a tight agenda today”. itu terjadi selama seminggu setelah pertemuan kami, berharap setelah ini tidak ada komunikasi yang terjalin.

Setelah satu bulan berlalu, saya harap sudah tidk ada lagi pesan atau terlpon darinya. Tapi tiba-tiba tadi malam dia menelpon lagi, tepatnya mencoba menelpon karena –tetap- tidak saya angkat. Lalu dia kirim sms: “hi pretty ula, Is a pity u can’t even send me sms, where are u going to be during xmas? Plis tell me if u can come so I can send u a ticket”

Hmmm... enough!

Selasa, 29 November 2011

Tips Melancong Sendirian

No body wants to be lonely, begitulah kata bang Ricky Martin. Emang sih gak nyaman banget pergi sendirian, apalagi mengunjungi tempat-tempat wisata yang seru. Biasanya orang akan membawa serta kerabat, teman dekat atau pacar untuk liburan, tapi ketika tak ada seorangpun yang bisa menemani bukan berarti kita tidak bisa menikmati liburan sendiri kan? Untuk anda yang suka kesendirian atau terpaksa sendiri, berikut tips dari saya agar anda bisa menikmati liburan anda sendiri.

1. Well prepare
Langkah pertama ini sangat penting dan menentukan kenyamanan anda selama liburan. Siapkan segala sesuatu yang diperlukan sebelum anda menuju tempat tujuan. Pertama, pastikan telah pisan tiket untuk pergi dan pulang kembali. Hindari pembelian tiket on the spot, lebih baik pesanlah jauh-jauh hari sebelumnya agar anda mendapat harga yang lebih murah. Kedua, pastikan anda telah booking hotel. Karena anda akan sendiri, carilah hotel yang dekat dengan pusat wisata agar akses anda lebih mudah. Biasanya tarifnya agak mahal sih tapi akses yang mudah ke tempat keramaian akan sangat membantu.

2. Cari info dari teman
Kumpulkan info dari teman-teman anda yang pernah mengunjungi tempat tersebut. Misalnya tentang tempat hiburan yang seru, hotel yang murah dan tempat makan yang enak. Belajar dari pengalaman orang lain adalah cara bijak agar kita selamat dan meminimalisir kesalahan

3. Jangan mengaku sendirian
Menurut saya agak membahayakan jika kita mengaku sendirian di tempat asing. Sendirian di tempat asing adalah sasaran empuk bagi orang iseng. Apalagi saat anda diterminal ato bandara pasti banyak orang yang nawarin ini itu, antar sana antar sini, jangan terpancing dengan rayuan mereka, akan lebih aman jika anda mengaku sedang menunggu jemputan atau sudah ditunggu di suatu tempat agar anda tidak dikejar-kejar orang iseng.

4. Sok Tahu itu perlu
Jangan pasang tampang bingung, itu pasti mengundang orang-orang iseng untuk mengganggu anda. Hindari ekspresi celingak clinguk sambil garuk-garuk kepala. Pasanglah tampang percaya diri dengan gaya yang meyakinkan seolah-olah ini bukan pertama kalinya mengunjungi tempat itu dan anda sudah hapal alurnya, dengan begitu orang tidak akan mengisengi anda. Jika anda merasa bingung tanyalah pada sumber yang bisa dipercaya, misalnya pusat layanan informasi atau pos keamanan, InsyaAllah mereka akan memberikan informasi secara benar.

5. Bawalah barang secukupnya
Karena anda berlibur sendiri, bawalah barang secukupnya. Akan sangat menyusahkan jika anda bawa barang banyak dan ditenteng sendiri. Menggunakan jasa pengangkut tentu tidak hemat dan tidak efisien.

6. Hindari tempat yang sepi
Nah, saat anda berjalan-jalan sendirian pilihlah tempat-tempat yang ramai dan mudah dijangkau. Jangan memilih tempat-tempat sepi apalagi saat malam hari. Ingat, kejahatan bukan hanya karena ada maksud pelaku, tetapi juga karena ada kesempatan, so. Waspadalah....!

7. Jangan suka memberi alamat ato nomor telpon
Pasti senang kan mendapatkan teman baru, tapi gak banget kan kalo baru kenal sudah berani macam-macam. Nah guys, makanya jangan suka memberi alamat rumah ato nomor telpon kepada orang yang baru kamu kenal. Curiga memang tidak baik, tapi kita harus tetap waspada dalam keadaan apapun. Ingat guys, kamu lagi sendiri, kalo kamu tiba-tiba ngilang dan diculik, bakal ngerepotin pak polisi kan???

8. Banyaklah ngobrol dengan supir taxi
Karena anda sendiri, mungkin anda akan memiliki sedikit teman mengobrol. Jika anda pergi dengan taksi, gunakanlah kesempatan ini untuk mengombrol dengan supir taxi. Dari obrolan itu anda bisa mencari tau tempat tongkrongan yang asik yang mungkin tidak banyak orang tahu. Lumayan kan jika anda mendapatkan info tempat baru yang lebih asik dari pada referensi teman anda??

9. Emergency call
Usahakan anda menyimpan nommor-nomor penting saat anda sendiri, selain nomor ortu anda juga perlu menyimppan nomor-nomor penting lain yang siap dihubungi 24 jam, seperti nomor telpon kepolisian setempat, jika perlu nomor hotel tempat anda menginap. Ini penting jika anda mengalami kesulitan atau kejadian yang tidak diinginkan akan ada bala bantuan yang siap segera menolong anda.

10. Keep smiling
Meski anda jalan2 sendiri, tak ada alasan untun pasang tampang manyun. Tersenyumlah sepanjang jalan, nikmatilah harimu, the time absolutely yours. Like you the only one girl in the world kata mbak Rihanna...

Selamat berlibur..... :)

Senin, 28 November 2011

Lonely Bali




Beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi pulau Bali. Itu bukanlah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di pulau dewata, tapi itu adalah perjalanan pertama saya ke Bali sendiri melalui jalur udara.

Kali itu agenda saya bukanlah untuk jalan-jalan melainkan untuk mengikuti konfrensi tingkat ASEAN tentang Hukum Persaingan Usaha (ASEAN Competition Conference) selama dua hari, tanggal 15-16 Nopember bertempat di Padma Resort Legian. Awalnya saya ragu untuk mengikuti acara tersebut, karena pastilah tidak menyenangkan jika pergi ke “surga turis” sendiri tanpa teman. Berpikir ini adalah kesempatan bagus akhirnya saya mengiyakan perintah atasan untuk mengikuti agenda tersebut dan memberanikan diri pergi ke Bali sendiri.

Meski dengan waktu yang sangat mepet, segala persiapanpun berhasil dilakukan. Pesan tiket, booking hotel dan menghubungi beberapa teman yang ada di Bali, berharap semoga saja ada teman jalan-jalan disana. Karena jadwal acaranya agak padat, saya memutuskan untuk berangkat hari senin dari bandara Abdurrahman Saleh Malang (14) dan pulang hari kamis (17), ini untuk menghindari kelelahan dan agar saya punya waktu cukup untuk jalan-jalan. Panitia menyarankan untuk menginap ditempat penyelenggaraan konfrensi, tapi karena Padma Resort adalah Hotel bintang lima di kawasan Legian dengan rate paling murah permalamnya Rp.1.500.000,- saya harus mencari tempat lain yang lebih murah untuk menghemat biaya.

Agak susah mencari hotel pada waktu itu, karena di Bali sedang berlangsung beberapa ASEAN Summit yang merupakan rangkaian dari acara KTT ASEAN yang semua digelar di Bali. Setelah hunting sana sini akhirnya menemukan Hotel Amaris di Jalan Padma Utara untuk menginap. Murah dan lokasi yang tidak jauh dari tempat konfrensi.

Sesampainya di Bali saya berusaha menghubungi berberapa teman, tapi sayang tak satupun yang sedang free. Teman yang saya harapkan bisa menemani selama di Bali sedang berhaji, teman yang satunya lagi sedang sibuk dengan bisnis barunya ada juga yang sedang berlembur. Inilah resikonya jika datang saat weekday banyak rutinitas yang tidak bisa ditinggal.

Karena tak berhasil menghubungi seorang temanpun akhirnya saya memutuskan untuk berpetualang sendiri. Sendirian bukan berarti tidak bisa menikmati bali bukan???
Petualangan diawali dengan jalan-jalan di kawasan Legian malam hari. Legian tampak benar-benar hidup saat malam hari, pada siang hari biasanya para bule sibuk surfing di pantai legian atau kuta. Kawasan legian adalah kawasan favorit para turis manca negara, hampir 80% pengunjung legian adalah turis mancanegara. Jadi dapat dibayangkan, disepanjang jalan legian banyak hotel dan bar dan semua fasilitas standar turis.

Sarana transportasi sangat mudah didapat, taxi dan ojek ready 24 jam. Disana juga banyak tempat penyewaan motor, tapi berhubung saya tidak tahu jalan di Bali dan tidak memiliki SIM, akhirnya saya putuskan untuk berjalan kaki saja, sekalian cuci mata. Gak kebayang bagaimana jadinya jika saya keliling-keliling tidak bisa kembali?? Pasti akan merepotkan petugas kepolisian.

Jalan-jalan di sekitar legian memang sangat menyenangkan banyak restoran dan tempat-tempat souvenir yang menarik untuk dikunjungi (untuk turis lokal saya sarankan tidak membeli oleh-oleh di jalan legian, harganya lebih mahal dibandingkan toko oleh-oleh pada umunya –misalnya Krisna- karena harganya disesuaikan dengan kantong turis asing). Tapi sangatlah tidak nyaman jika disepanjang jalan banyak orang menyapa: Assalamualaikum bu haji, Assalamualaikum neng, mau kemana neng? Mau diantarkah? Mungkin inilah resiko jalan sendiri ditempat ‘aneh’ dan berbusana ‘aneh’. Memang agak aneh melihat penampilan saya, ditengah-tengah orang yang yang berbusana terbuka terdapat seorang muslimah berjilbab. Tapi biarlah, bagaimanapun tatapan mereka dan tidak mungkin hanya karena pandangan itu saya keluar hotel dengan hotpan.

Setiap ditanya orang, kok sendiri mbak? Mana temannya? Saya tidak pernah mengaku sendiri, saya selalu beralasan teman saya sudah pergi atau ditunggu teman disuatu tempat. Menurut saya agak membahayakan jika kita mengaku sendirian di tempat asing. Sendirian di tempat asing adalah sasaran empuk bagi orang iseng. Gak kebayang kan kalo saya diculik??? Hehehehe

Perjalanan malam itu berakhir disebuah restoran ikan bakar di jalan Padma Legian, saya lupa nama restoran itu, kalo tidak salah ingat ada unsur kata dewata-nya. saya sangat berhati-hati memilih makanan selama di bali, karena takut semua makanan tidak halal, jadi saya putuskan untuk memilih restoran yang menyediakan menu ikan (kebanyakan restoran di legian menyediakan menu steak dan sejenisnya). Demikian juga dengan minuman, saya hanya berani minum jus, teh atau kopi, yang lain tidak.

Malam berikutnya -setelah acara konfrensi berakhir- saya memutuskan untuk mengunjungi toko pusat oleh-oleh khas Bali, membeli beberapa barang sebagai buah tangan untuk teman-teman di Malang. Kali itu saya pergi ke Khrisna, pusat oleh-oleh yang cukup terkenal di Bali. Khrisna memiliki beberapa toko cabang, salah satunya di sunset road kuta, tidak terlalu jauh dengan tempat saya menginap, hanya menghabiskan 18.000,- ongkos taksi dari jalan Padma Utara.

Rasanya tidaklah afdol jika berkunjung ke Bali tapi tidak menyentuh pasirnya. Sebelum pulang, pagi harinya saya sempatkan untuk mengunjungi pantai legian. Tidak jauh dari hotel, hanya 10 menit jalan kaki. Agar tidak mengundang perhatian, saya pergi ke pantai pukul 6.00 WITA, pagi adalah waktu terhening legian. Toko-toko masih tutup bahkan baru saja tutup, hanya sebagian kecil bule yang jogging. Pantai legian masih sepi, matahari masih muncul malu-malu. Sebenarnya pantai legian akan sangat indah dinikmati sore hari, saat matahari terbenam. Tapi karena acara konfrensi berakhir saat matahari telah terbenam, saya hanya punya kesempatan menikmati pantai Legian saat pagi.

Memang tidak lazim jalan-jalan sendiri di Bali, apalagi untuk orang seperti saya (mungil dan berjilbab). Andai saya ditugaskan ke Bali lagi sendiri saya akan pikir dua kali, karena Bali adalah tempat yang amat sayang untuk dinikmati sendiri.

Senin, 30 Mei 2011

Festifal Malang Kembali VI "Discovering Heritage"



Yang paling menyenangkan dibulan Mei adalah banyaknya perayaan atau festifal di gelar. Jika Jakarta punya JFFF (Jakarta Food and Fashion Festifal), Surabaya punya SSF (Surabaya Shopping Festifal), maka Malang punya FMK/MTD (Festifal Malang Kembali/Malang Tempoe Doeloe).

Acara tahunan ini digelar setiap bulan Mei, sudah ke-enam kalinya MTD digelar sejak tahun 2006 lalu, festifal ini meksplorasi romantisme sejarah, dengan mengubah tananan kawasan Jalan Besar Ijen menjadi nuansa tempoe doeloe.

Keunikan dari festifal ini adalah sepanjang jalan yang dirubah menjadi nuansa tempo doeloe lengkap dengan segala atributnya. Beberapa foto dan poster raksasa dipasang disudut jalan yang menggambarkan tentang sejarah kota Malang dan disesuaikan dengan tema yang diangkat. Tema yang diangkat setiap tahunnya berbeda, untuk tahun ini mengangkat tema “Discovering Heritage” (menemukan warisan/Peninggalan). Jika pada tahun sebelumnya lebih mengangkat tentang kesenian kota Malang, tahun ini lebih menekankan pada aspek sosial, budaya dan politik. Hal ini didukung dengan poster-poster yang menggambarkan sejarah pemerintahan Malang, pameran koleksi senjata dan adanya miniatur Benteng 1767 di tengah-tengah area festifal.

Pengunjung festifal ini dianjurkan untuk memakai kostum bernuansa tempo doeloe, meski tidak diwajibkan, namun dengan memakai pakaian jadul akan menambah suasana ke-jadul-an yang ada. Bagi anda yang hobby kuliner, festifal ini sangat cocok untuk mengobati kerinduan akan jajanan masa lalu yang mulai jarang dijumpai sekaligus merasakan suasana tempo dulu yang eksotis.

Festifal yang berlangsung selama tiga hari ini selalu menyedot perhatian masyarakat, ribuan orang memadati area festifal yang digelar dijalan raya tersebut. Pengunjung tidak hanya datang dari Kota Malang dan sekitarnya tetapi juga dari luar kota Malang bahkan luar propinsi Jawa Timur hingga turis mancanegara juga ada. Festifal ini juga merupakan surga bagi pecinta fotografi karena banyak spot-spot yang unik yang sangat sayang untuk tidak diabadikan.

Puncak kepadatan pengunjung terjadi di Malam hari, karena siang hari akan terasa lebih panas dan melelahkan jika kita berkeliling area festifal, selain itu lebih banyak pertunjukan/pesta rakyat digelar pada malam hari. Tapi bagi yang ingin berkeliling naik delman datanglah siang hari, karena kuda tidak bisa berjalan leluasa jika malam.

Well, festifal ini selalu berkesan bagiku, paling tidak aku bisa berdandan ala siti nurbaya tanpa merasa malu, berpose sana sini bahkan mengajak segerombolan orang tak dikenal untuk seru-seruan berfoto tanpa canggung. Sungguh menyenangkan.

Bagi anda yang belum pernah ke Malang, datanglah pada saat festifal ini digelar, pasti akan merasakan nuansa Malang yang sesungguhnya, dan selebihnya Selamat Bernostalgia......

Kamis, 25 November 2010

Perpustakaan Kota Malang


Salah satu tempat yang saya banggakan dari kota Malang adalah Perpustakaan. Kota Malang mempunyai perpustakaan umum yang keren dibanding daerah-daerah lain di Jawa timur, bahkan ditanah leluhur saya tak ada perpustakaan daerah. Koleksi bukunya cukup lengkap, mulai dari komik, teks book, novel terjemahan, sastra, majalah, buku-buku berbahasa asing dan berbahasa daerah juga tersedia. Tempatnya bersih, nyaman, pelayanannya juga ramah.

Bangunan perpustakaan memiliki tiga lantai, lantai pertama ada lobby, tempat penyimpanan barang pengunjung (loker), tempat baca Koran, berbagai etalase, tempat fotocopy, tempat pertunjukan dan ruang pameran. Di ruang ujung sebelah kanan ada ruangan khusus bacaan anak-anak, didalamnya berisi buku cerita bergambar, komik anak-anak dan segala macam edukasi untuk anak-anak (menurutku ruangan ini lebih tepatnya diperuntukkan bagi anak berusia dibawah 10 tahun, meski tak jarang saya juga jadi pengunjung ruang baca ini).
Ruang baca dan koleksi umum ada di lantai dua, tempat ini menjadi tempat tujuan sebagian besar pengunjung, tempat berbagai buku dari berbagai genre disusun rapi dalam rak-rak panjang. Masing-masing rak diberi nomor dan lebel sesuai jenis buku, jika anda kesulitan mencari buku yang anda inginkan, carilah terlebih dahulu dalam catalog yang dapat diakses melalui digilib yang tersedia disana. Anda juga bisa mengakses internet secara gratis (meski harus mengantri), atau anda bisa membaca laptop sendiri.
Lantai teratas bagununan ini difungsikan sebagai studio salah satu stasiun televisi swasta di Malang, Mahameru TV, entah bagaimana detail ruangannya, saya belum pernah kesana.

Siapapun anda boleh berkunjung. Bagi yang memiliki kartu anggota (KTA) tinggal menunjukkan KTA pada mesin penanda dan anda akan diijinkan masuk, namun bagi non anggota cukup mengisi buku tamu, hanya perlu mengisi nama dan status anda (mahasiswa, SD, SMP, SMA, Umum) pada kolom, yang tersedia, karna hanya formalitas tak perlu jujur untuk mengisinya . (saya sering mengisi data saya dengan nama samaran atau mencentang kolom SD sebagai status :p)

Untuk menjadi anggota perpustakaan tidak sulit, bagi anda penduduk asli Kota Malang (ber-KTP Kota Malang) cukup mendaftar di bagian pendaftaran anggota dan hanya membayar biaya administrasi Rp.5000,-, namun bagi anda penduduk luar Malang anda harus menunjukkan KTP, Kartu Keluarga, dan uang Rp.100.000,- sebagai jaminan, uang tersebut akan dikembalikan jika anda berhenti menjadi anggota. Kelebihan menjadi angota adalah bisa meminjam buku untuk dibawa pulang, sedangkan bagi yang non-anggota hanya bisa membaca buku ditempat.

Tempat ini buka setiap hari, dari senin hingga minggu, kecuali tanggal merah (hari libur Nasional) tutup. Untuk hari senin hingga jumat dibuka mulai jam 8 pagi hingga 8 malam, untuk hari sambtu buka mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore, jika hari minggu buka pukul 8 pagi hingga setengan empat sore. Saran saya jika tujuan anda untuk membaca (buku-buku yang serius) atau bagi anda yang suka keheningan jangan datang saat weekend karena pengunjung lebih ramai dari hari-hari biasanya. Apalagi jika hari minggu akan banyak orang tua beserta anak-anaknya yang sering bikin rebut dan anda akan susah mencari tempat duduk yang nyaman. Atau jika hari-hari biasa (week day) datanglah setelah pukul 02 siang, akan sedikit agak longgar, jangan datang pada pukul 10-12 akan sangat ramai oleh siswa-siswa sekolah yang menghabiskan waktu istirahatnya di perpus, lebih amannya datanglah setelah jam 5 atau 6 sore pasti hening dan bisa pilih tempat duduk sesuai mood, pengen selonjor, duduk dikursi empuk, dikursi besi juga bisa. Tapi bagi anda yang hanya membaca buku-buku ringan datanglah kapan saja anda mau selama perpustakaannya masih buka.

Jika anda tak bisa berlama-lama, bagi anda yang punya KTA anda dapat meminjam buku dan membawanya pulang dengan batas waktu satu minggu harus dikembalikan, dan dapat diperpanjang kembali, jika terlambat mengembalikan anda akan dikenakan denda sebesar Rp.1000,- untuk setiap hari keterlambatan. Tapi bagi anda non anggota, anda bisa menggunakan jasa fotocopy yang ada dilantai satu dengan menyerahkan SIM atau STNK kepada petugas jaga sebagai jaminan, bagaimana jika anda tidak punya SIM atau STNK? Solusinya adalah meminjam SIM atau STNK pengunung lain yang anda kenal atau minta bantuan petugas untuk dapat mengcopynya untuk anda (berdasarkan penalaman pribadi: anda harus pasang muka se-melas mungkin untuk meminta bantuan petugas jaga agar meloloskan anda dari kewajiban menyerahkan SIM atau STNK sebagai jaminan (^,^)V.

Saya termasuk pengunjung setia, meski saya tak punya KTA. Beberapa hari dalam sebulan saya sempatkan waktu untuk mengunjunginya, tak melulu untuk membaca, kadang juga untuk melihat pemutaran film, pertunjukan drama untuk anak-anak, diskusi, dan pameran seni. Yang kurang saya sukai adalah koneksi wifi-nya yang masih lemot.
Jika ada kesempatan pulang lebih awal, sepulang kerja saya menyempatkan diri untuk mengunjungi perpustakaan. Tak perlu ada tujuan jelas tentang apa yang ingin dibaca, mungkin hanya sekedar ingin membaca sekalipun selembar dua lembar. saya senang mendapati diri saya terbenam diantara rak-rak buku di perpustakaan meski yang saya baca hanya majalah Old Fashion. Di jaman serba canggih seperti sekarang ini mungkin orang tak perlu repot-repot ke perpus untuk tahu tentang suatu hal, karena teknologi informasi sedemikian cepatnya hingga kita hanya butuh satu sentuhan jari “klik” untuk tahu tentang suatu hal itu. Mungkin orang jaman sekarang akan memilih mengkoleksi e-book dari pada buku karena tak perlu sedia lemari atau rak untuk menyimpannya, tapi secanggih apapun e-book itu tak bisa mengalahkan sensasi rasa saat perlahan-lahan membuka lembar-lembar kertas (^,^).

Bacaan yang saya pilih juga sesuai mood, jika lagi suntuk, saya akan mengunjungi rak dengan tanda nomor 800 untuk membaca komik slam dunk dan berhaha hihi dengan Hanamichi Sakuragi, jika ingin cari inspirasi saya akan lari ke rak nomor 900 membaca buku sastra dan budaya kontemporer, atau jika hanya iseng, cukup baca majalah, fashion, dongeng, dan teenlit. Adapun teks book yang berhubungan dengan studi formal saya adalah urutan terakhir yang akan saya kunjugi, itupun hanya jika ada tugas mendadak yang harus disesaikan. Hehehe….

Apapun tujuannya, mengunjungi perpustakaan adalah hal yang menyenangkan, saya suka melihat orang sedang serius membaca, mengambil beberapa buku dan menumpuknya dimeja, membukanya satu-satu lalu mencatat diatas kertas atau menyalinnya dalam laptop. Saya selalu terharu melihat ibu-ibu yang sedang mengajari anaknya membaca atau membacakan dongeng untuk anaknya di ruang baca anak-anak lantai satu, bahkan saya geli melihat sepasang muda-mudi yang memilih berkencan di perpustaan, biasanya mereka bersembunyi dibalik majalah yang sama sekali tak dapat menutupi dua kepala yang sedang berhaha hihi….

Jika suatu hari anda jalan-jalan ke Malang, sempatkanlah mengunjugi tempat ini, yang lokasinya berada di Ijen Boulevard tepatnya di depan Museum Brawijaya.