Tampilkan postingan dengan label Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2013

Cerita Tentang Dia

Akan aku ceritakan kepadamu tentang dia, bagaimana kami bertemu dan akhirnya kami memutuskan untuk bersama. Dia adalah hati yang terpilih. Kami punya kisah yang panjang dan penuh kejutan, durasi cerita kami memakan waktu bertahun2 bahkan hampir puluhan, sepanjang usia kami sekarang mungkin. Jika dipadatkan ceria kami bisa dibuat FTV, ah mungkin lebih baik dibuat serial tapi tak serumit sinetron. Tapi tidak bisa sekarang aku ceritakan, aku belum menemukan kata2 yang pas untuk merangkumnya, tunggu beberapa saat, kamu akan semakin yakin tentang cinta, jodoh, takdir dan keajaiban. Love in the most incredible magic. 

Rabu, 20 Juni 2012

Susah Catuh Cinta

Kau selalu mengeluh kadang merengek bahkan geram karena lelah merayuku tapi aku tak bergerak sedikitpun. Kau bilang susah sekali meluluhkan hatiku, membuatku jatuh cinta padamu.

Tahukah kamu, aku ingin bertemu seseorang yang hanya dengan menatap matanya hatiku meleleh, hanya dengan melihat senyumnya hatiku sumringah. Bukan dengan berjuta kata cinta meronta yang justru membuatku tidak bersahaja.

Sebenarnya tak susah sama sekali membuatku jatuh cinta, cukup jadilah dirimu sendiri, treath me with your heart, dan biarkan Tuhan menjalankan tugasnya 

Sudut Gelap

Dia berlalu pergi tanpa menoleh, sambil mengumpulkan segala kekuatan untuk berjalan pulang. Sepanjang jalan hanya terdiam. Entah apa dan siapa yang dipikirkannya, yang pasti semua tak akan kembali seperti semula.

Hanya diam beriringan dengan deru bising sepanjang jalan pulang, diam justru terasa lebih nyaring. Tak ada yang bisa dikata, kata terakhirpun telah terucap.

Matanya menatap lurus kedepan, memegang kendali mobilnya benar-benar agar selamat sampai tujuan, agar rodanya terpacu dengan benar, tidak tergelincir meski pikiran sedang kocar kacir. Mencoba fokus pada jalan meski rasa melayang layang.

Entah bagian apa ini, sakit, menyesal, cinta, rindu marah melebur menjadi satu, membuat jiwa dan raga gemetar tak karuan.

Hingga sesampainya di tempat tujuan, dia berlari kedalam kamar, mencari sudut gelap itu, meringkuk, sesengguk, menangis sejadi-jadinya.

*****

Di sudut lain, ada hati yang begitu menderita, tak berdaya pada kepasrahan cinta. Seluruh cintanya dia pertaruhkan di meja judi yang bernama takdir, dan akhirnyapun dia kalah hancur lebur.

Ini lebih sakit dari apapun yang dia bayangkan. Sangat menyakitkan menyerah pada cinta yang tak tau pasti apa sebabnya, kecewa pada keadaan yang tak mampu dia hadapi. Hanya Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi bisa merasakan sakit itu jauh lebih baik dari mati rasa.

Dalam pada itu, ada ego yang terkoyak, ada logika yang kalah dengan rasa, dunianya jungkir balik. Kata akhir yang tak pernah dia mau terima baik secara logika maupun rasa, kini tiba-tiba muncul begitu nyata. Semua telah berakhir, yah benar-benar berakhir.

****

Di sudut gelap itu dia terus menangis sesenggukan hingga sesak sulit bernafas. Sesak oleh rasa bersalah karena tak mampu melawan takdir yang justru dia pilih sendiri. Sungguh perpisahan itu sangat menyakitkan meski dia telah mempersiapkan segala kemungkinan.

Dia tak yakin apa yang yang baru saja diucapkannya. Mungkin inilah mimpi yang harus dia lenyapkan dan kembali terbangun.

Berlahan tapi pasti nafasnya mulai beraturan. Dengan segala keberanian dia meraih phonecell, menekan tombol 1 speed deal number untuk seseorang yang mungkin ini adalah panggilan terakhir untuknya sebelum dia mengganti posisi 1 itu.

“maafkan aku” hanya kata itu yang keluar dari suaranya yang bergetar. Sementara itu, diujung telpon tetap sepi. Sungguh ini lebih sakit dari yang dia bayangkan.

****

Perjalanan pulangnya terasa lebih lama dari biasanya. Kereta melaju kencang seperti biasa, hanya hatinya yang terseok-seok tertinggal, atau mungkin sudah hilang entah dimana. Ini mimpi buruk yang selalu menghantuinya, tapi tak ada alasan untuk mundur, semua sudah diatur.

Sunyi, hatinya yang remuk kini bertambah sunyi se-sunyi sunyinya. Bunyi phonecell memecah kesunyian, dilihatnya dari nama yang sudaah dia hafal di luar kepala. Dia ragu untuk mengangkatnya, tapi mungkin inilah kesempatan terakhirnya untuk bicara.

Kata maaf berulang dari ujung telpon, tapi sang pemilik hati yang remuk itu hanya mampu terdiam, membungkam mulut rapat-rapat agar diseberang tidak tahu betapa sekuat tenaga dia menahan tangis. Ini sungguh menyedihkan.

“tidak apa, aku baik” hanya itu kata terakhir yang terucap sebelum semua benar-benar tamat.

****

Sudut gelap itu, kereta itu, perjalanan itu semuanya telah berakhir, menyisakan dua hati yang sama-sama remuk karena kejamnya takdir. Tak pernah meminta untuk jatuh cinta tapi tertakdir untuk berpisah, tak ada yang lebih melelahkan dari itu, sungguh.
Waktu dapat menyembuhkan luka. Waktu juga akan mengorek luka itu, lebih dalam dan dalam lagi. Tak ada plester atau betadin, bertahanlah, kau pasti kuat. Yakinlah semua sepadan dengan senyummu suatu hari.


*kiss n hug for my beloved sister, keep smiling*

Jumat, 11 November 2011

1.1-1.1-1.1 (Tentang Angka Satu)

Tanggal yang cantik terdiri dari enam angka satu. Aku suka angka satu, mungkin karena namaku mengandung kata satu (Ula: satu/pertama). Bagiku satu adalah permulaan, titik balik, angka sempurna, tunggal dan independen.

Dia tidak perlu awalan untuk menjadikannya, karena satu itu sendiri adalah awal yang diikuti oleh dua dan seterusnya. Satu adalah titik balik dimana semua berawal dari satu dan kembali menjadi satu. Satu adalah sempurna karena dia adalah bilangan prima yang tak bisa dibagi, satu adalah utuh dan seutuhnya satu. Independensi Tuhan termanifestasi dalam angka satu, bahwa Tuhan itu adalah satu yang ada, awal dan sempurnya (Allohu Ahad: Alloh itu satu). Tapi kadang angka satu juga mewakili kesedihan dan kesendirian.

Hari ini tanggal 11 bulan 11 tahun 2011, tanggal yang memiliki enam angka satu. Banyak yang meyakini ini adalah tanggal keberuntungan karena banyak memiliki angka yang sama, tapi mungkin alasan yang paling logis adalah tanggal ini unik dan mudah diingat. Banyak yang menggunakan tanggal ini untuk mengadakan moment penting seperti pernikahan, kelahiran, khitanan bahkan jadian. Menurutku setiap tanggal atau hari sama saja, kata SpongeBob everyday is the best day ever, setiap hari adalah hari baik. Tuhan telah memberi kejutan disetiap harinya.

Tak ada yang begitu spesial dihari jum’at tanggal 11-11-2011 ini. Aku masih menjalani rutinitas seperti biasa dengan jadwal yang agak sedikit padat. Yang membuat sedikit bersemangat hari ini mungkin karena cuaca cerah tidak hujan seperti pagi-pagi sebelumnya. Dulu aku ingin menikah dihari ini dan tanggal ini, karena aku menyukai angka satu, tapi mungkin Sang Maha Satu belum mengijinkan kami menyatu. What ever will be, will be...

Tanggal ini dan hari ini, yang unik ini mungkin hanya akan terjadi satu kali, tapi pasti akan lebih banyak hal unik lain di tanggal dan hari yang lain.


NB: menikmati sisa-sisa sensasi 11-11-11 dengan sebatang Whittakers dark chocolate

Selasa, 04 Oktober 2011

I Dare My Self!




Ada yang pernah bilang padaku bahwa hidup ini terlalu menarik untuk dilewatkan dengan melakukan satu hal saja. Banyak hal dalam hidup yang bisa dilakukan bahkan dalam satu waktu sekaligus.

Aku tidak akan bererita tentang apa yang aku lakukan saat ini, karena memikirkannya saja membuat kepalaku pusing dan susah tidur. Jika ditanya mengapa aku mau melakukannya, jawabannya simple I Just wanna dare my self, tidak lebih. Tujuannya hanya untuk melihat sampai sejauh mana aku mamu menaklukkan segala ketidakmungkinan. (titik)

Mari kita memulai dari hal yang tidak mungkin, begitulah kata J Derrida.
Otakku mungkin sudah lelah berpikir, meski hasrat dan segala keinginan tak surut sedikitpun.

Keberanian, ya, hanya itu yang aku butuhkan, tidak lebih!

Keraguan dan ketidakpercayaan adalah musuh terbesar, enyahlah jauh-jauh!

Kesulitan adalah teman baik, mari kita berkawan, jangan membunuhku!

Keluh kesah itu hal biasa, raga yang ringkih tak bisa selamanya berlari, butuh teras untuk sejenak beristirahat, butuh pohon untuk berteduh bahkan need a shoulder to cry on.

Sekali lagi, ini hanya masalah keberanian, bukan tentang waktu, Dia telah memberikan waktu, entah sempit atau longgar itu hanya masalah durasi.

I dare my self, karena dengan beginilah aku menjalani hidup.

Semoga Tuhan selalu melindungiku.

Minggu, 19 Juni 2011

An Introduction

Ini adalah sebuah perkenalan, ah tidak mungkin lebih tepatnya disebut mengenal kembali, karena ini bukan kali pertamaku bertemu dengan Hukum Internasional. Beberapa tahun yang lalu aku sudah mengenalnya selama dua semester. Tak banyak ingatanku yang tersisa tentang HI selain beberapa macam organisasi Internasional dan Perjanjian Internasional, teori-teori dasar tentang Internasional hanya terlintas samar diotakku, tapi karena diriku telah memutuskan untuk terjebak dengannya, mau tidak mau aku harus merewind kembali memory yang tersisa tentang HI.

Untuk memahami sesuatu yang baru, pastilah membutuhkan suatu awalan, dan hal yang paling awal dilakukan adalah dengan membangun sebuah perkenalan, seperti mengetahui nama, mengapa ada dinamakan seperti itu, dari manakan asalnya dan sederet pertanyaan lainnya. Seperti pepatah klasik tak kenal maka tak sayang.

Mengenal suatu ilmu baru tak ubahnya dengan mengenal teman baru, hal paling mendasar yang harus dupunyai adalah ketertarikan, ketertarikan akan menimblkan rasa penasaran yang lebih dari sekedar tahu. Jika sudah mempunyai ketertarikan maka beberapa pertanyaan akan muncul mengiringi rasa penasaran dan banyak cara yang dilakukan untuk mengetahuinya.

menyebutkan sebuah nama, bejabat tangan baru bertukar cerita, sesederhana itukah?
Mungkin secara singkat perkenalan adalah hal sepele, tapi sungguh perkenalan itu tidaklah sederhana, karena perkenalan adalah awal yang akan menentukan keberlanjutan.

Mungkin tak perlu terlalu mendetail, memory otakku tak cukup untuk menampung semua secara bersama, seperti komputer mungkin akan mudah heng jika terlalu banyak dijejali dengan perintah. Mari kita awali perkenalan ini dengan sesuatu yang sederhana, nama atau istilah.

Berbagai judul buku telah aku rampungpungkan untuk mengenalmu, sekarang aku mengenalmu dan mulai menykaimu.

Bagaimanapun ini hanyalah sebuah perkenalan, an Introduction, perkenalan yang akan berlanjut dalam ruang-ruang cerita selanjutnya....

And the story goes.....

Sabtu, 11 Juni 2011

Tersesat




kau membuatku berlari terlalu jauh,
dan sekarang aku tersesat...

Rabu, 01 Juni 2011

Welcome June

Rasanya tidak ingin beranjak dari Bulan Mei, bulan perayaan dan cinta.
Rasanya begitu ingin waktu berhenti di tanggal 31 Mei, sejenak, begitu saja.
Rasanya seperti banyak kunang-kunang mengiringi kepergian bulan Mei.

Seperti yang aku sering bilang
Tak ada hak untuk waktu berhenti sejenak, semua berputar sesuai hukumnya
Saatnya harus perpisah dengan bulan Mei dan mengucapkan selamat datang juni.

semacam tidak siap menghadapi bulan ini
semacam akan diterkam harimau ditengah-tengah bulan ini nanti.

ah... apapun lah itu, yang akan terjadi biarlah terjadi
toh ini hanyalah putaran yang akan kembali pada titik yang sama

Welcome June
and also I say welcome to my:
New life
New world
New job
New Friends, and
New Love...

Minggu, 27 Februari 2011

Akhir Bulan

Februari terasa begitu singkat
baru saja menyapa dengan penuh cinta
penghujung bulan telah tiba

ini bukan semata tentang angka 28 yang lebih singkat dibanding angka 30 atau 31
tapi juga tentang betapa singkatnya waktu yang saya gunakan untuk mengisi lembar-lembar kosong.

hanya sedikit kesan tentang bulan Februari,
dan aku telah menghapus semua catatan tentang bulan cinta ini.

Sabtu, 05 Februari 2011

Cry Silently

Saat hati mulai melemah,
saat langkah sudah melunglai,
saat kata tak mampu lagi terucap,

biarkan saya menangis...
Sejenak...

Agar lemah ini terkikis,
agar langkah kembali berayun,
dan suara ini kembali terdengar

Let me cry silently,
dan semoga Tuhan mendamaikan hati saya...


*la haula walaa quwwata illa billahil'aliyyil 'adhim..

Senin, 27 Desember 2010

Sedikit Banyak

Begitu banyak cerita tapi hanya sedikit yang mampu dibagi,
atau barangkali hanya punya sedikit waktu untuk bercerita banyak.

Sedikit atau banyak hanya masalah kualitas dan kuantitas, durasi dan intensitas.
Tak peduli mana yang lebih sedikit atau banyak antara waktu dan kesempatan.
Akan aku ciptakan durasi sendiri untuk kita bercengkrama.

Aku tak butuh banyak, hanya sedikit saja.
Sedikit kesempatan.
Kesempatan untuk memeluk bulan dan bintang gemintang.

Tapi jika itupun masih dirasa berlebihan,
aku pinjam bahumu saja, sedikit lebih lama...

Kamis, 16 Desember 2010

Oposisi

Ada dua sisi
kanan dan kiri
utara dan selatan
panas dan dingin
siang dan malam
pria dan wanita
sedih dan bahagia
tangis dan tawa

hidup selalu menyajikan oposisibiner
dua sisi yang selalu bersebelahan tak ada jalan ketiga
karna semua sudah terpasang dan teriring

jika hidup adalah air, aku berada pada arusku sendiri.
Jika hidup adalah angin, aku beradu pada alunku sendiri.
Jika hidup adalah pilihan, aku akan menentukan pilihanku.
Tidak kanan atau kiri
tidak siang atau malam
tidak tangis atau tawa
tidak kamu atau dia.

Tidak semuanya
atau semuanya saja
seiring mengalun...

Senin, 06 Desember 2010

sapa

Hanya sekedar menyapa

Apa kabarmu disana?

Tak dijawabpun tak mengapa

Tetap teriring doa semoga dirimu baik-baik saja...

karena aku disini juga baik.

masih adakah sisa keluh kesah itu?

aku harap kau telah membuangnya

karena sesalku sudah melebur jadi abu.

Sabtu, 13 November 2010

Hangat


Sepertinya perubahan iklim itu nyata....
cuaca dan musim tak bisa lagi ditebak,
bulan-bulan yang bisa panas tak lagi panas, dan bulan hujan tak lagi basah...
Petani mulai resah tak yakin kapan bisa mulai menanam, pelaut gelisah tak lagi bisa meramalkan angin untuk melaut.

Biasanya bulan Nopember selalu hujan sampai bulan akhir tahun, tapi kali ini Nopember menghangat dan memanas. Awal-awal bulan Nopember hujan turun deras disertai angin kencang, memasuki tanggal 10 cuaca mulai cerah dan memanas, tak lagi hujan. Panas kali inipun terasa kurang nyaman, karena angin bertiup kencang menerbangkan partikel-partikel debu yang gampang membuat orang masuk angin dan sakit flu.
Puskesmas mulai ramai dikunjungi pasien sejak tanggal belasan, sepertinya tubuh manusia ini tak lagi bisa bertahan melawan cuaca...

Siang terasa lebih lama dari sebelumnya, mungkin saat ini matahari sedang berada pada posisi terdekat dengan matahari, panas dan menyengat. Aku tak suka hujan, aku juga tak bisa tahan kepanasan, (yah... itulah sifat manusia yang pilih enak-enaknya saja) ^,^

Tapi aku suka, Pertengahan Bulan Nopember ini semua menghangat.....

Kamis, 11 November 2010

Dua Menit

Cukup dua menit untuk kita menautkan rasa,
tak perlu durasi panjang untuk kita bicara, cukup dua menit saja.

Dua menit yang membuat hatiku hangat,
Dua menit yang membuatku merasa tak pernah sendiri,
Begitu banyak cinta dan doa dalam dua menit itu.

Dua menit setiap Minggu malam menjelang tidur,
jika kau melewatkan dua menit itu, aku akan menagih dua menitmu esok paginya.

Dua menit yang bisa mengerem rinduku akan pulang, meski tak jarang justru menjadi pelumas yang membuat rinduku semakin menggila.

Cukup dua menit untuk kita saling bertukar kabar,
cukup dua menit untuk aku mengatakan aku baik-baik saja saat jauh darimu, dan aku merindukanmu.

Cukup dua menit untuk menunjukan betapa kau menyayangiku, dan akupun menyayangimu.
Cukup dua menit saja untuk mengatakan aku mencintaimu Mama...

Maafkan aku mama, masih harus aku simpan rindu ini rapat-rapat,
ulat masih menjadi kepompong, belum bersayap cantik kupu-kupu dan tak bisa pulang.

Sisakan dua menitmu untuk mengecup keningku malam ini....

Jumat, 05 November 2010

Tak Merindukanmu


Jika kau tanya padaku apakah aku merindukanmu saat ini, maka jawabannya adalah tidak, jika kau tanya apakah aku merasa kehilanganmu, jawabannya juga tidak, lalu jika kau masih bertanya lagi apakah aku telah membencimu, jawabannya juga pasti tidak. Lantas apa?


Aku memang tak akan pernah bisa melupakanmu, aku harus terlahir kembali dan bereinkarnasi untuk bisa tak lagi mengenalmu. Aku telah menguncimu rapat-rapat dalam peti momori yang kuncinya sudah aku tanam kedalam bumi dan akan larut bersama air hujan lalu terbenam kedasar laut, meski aku tahu ini adalah hal sia-sia karena sejatinya aku tak perlu kata kunci untuk membuka memori tentangmu dan kembali merindukanmu.

Tapi kau tak perlu khawatir, karna aku tak berminat untuk menjadi melankolis karenamu, aku tetap sanguine dengan caraku sendiri, menjadi Joker diantara tumpukan kartu Hati, Skop, Kriting dan Wajik, akupun telah membayar lunas semua konsekwensi atas namamu, that’s all.


Aku tak ingin berandai-andai waktu akan kembali, aku juga tak kan merengek pada waktu agar mau membawa kita kembali, cukuplah satu waktu untuk satu cinta dan biarlah semua akan indah pada waktunya. Aku tak merindukanmu kali ini, tapi jika kelak aku merindukanmu kembali, aku tak akan kirimkan pesan lagi untukmu, karna aku hanya perlu pejamkan mata, menyalakan radar dan seketika itu aku sudah tahu kabarmu, kau pun tak perlu kirimkan pesan padaku karena aku sudah tahu dimana aku akan menemukanmu, di dalam buku warna biru dan kotak warna hijauku.

Jika ada yang aku rindukan saat ini, itu tak lain adalah diriku sendiri yang sempat terlempar, terasing dan terpisah dari “Aku”, karena lelahnya diriku mencintaimu.


Aku hanya sebatangkara angin yang terluka oleh bekas sayatan rindu,
tapi mungkin aku hanya merindukan diriku sendiri
yang kebetulan denting-dentingnya terdengar dari kamu.
Maka, hanya daun yang menguning dan rapuhnya reranting
yang akan jatuh bergugur ke tanah yang kering di musim hujan,
aku! Akulah itu!.
(Taken from: ADZ)

Minggu, 17 Oktober 2010

Untitle

Ada gerak dalam setiap diam,

Ada mimpi dalam setiap jaga,

Ada doa dalam setiap asa,

Berhenti saat tak bisa lagi berlari,

Menunggu saat tak bisa lagi mengejar,

Aku tak bisa mengintip rencana Tuhan,

Tapi Tuhan adalah maha tahu, meski menunggu...

Sabtu, 09 Oktober 2010

"Keinginan"



Seorang teman bertanya kepadaku tentang hal yang paling aku inginkan dalam hidupku saat ini, dia terlihat kecewa karena aku mengawali jawabanku dengan kata "mungkin". Memang tidak ada sesuatu yang pasti dalam hidup ini semuanya serba mungkin, tapi jika menyebutkan kata mungkin untuk hal yang paling diinginkan berarti aku tak benar-benar menginginkannya, dengan kata lain aku tak punya keinginan, aku tak punya tujuan bahkan mimpi (benar-benar parah dan payah!)

Aku sedikit kehilangan kepercayaan diriku dalam merumuskan apa yang aku inginkan, aku tak lagi biasa membuat daftar keinginan, mengurutkannya satu-persatu dari kategori What I want the most, hingga rencana kapan-kapan, tapi daftar kali ini kacau, mungkin juga karena terkalu banyak hal yang aku inginkan. keinginkan adalah sebuah angan-angan yang melayang tak terbatas, tak berujung dan tak membumi, hanya sebuah ekpektasi. Tapi orang yang tak punya keinginan sama dengan mati, mati gaya, mati inspirasi, bahkan dapat mematikan hati.

Jika kau menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh seluruh jagat raya akan membantumu, begitu kata al-Kemist, Man Jadda wa Jadda (barang siapa yang bersungguh-sungguh untuk mewujudkan keinginannya, maka keinginan ini akan terkabul) begitu sabda Rasul Muhammad. Tapi bagaimana jika aku sendiripun tidak tau apa yang benar-benar aku inginkan saat ini?

Keinginan bukan hanya sekedar motifasi, keinginan itu sendiri adalah titik di ujung jalan yang ingin kau berlari kesana, arah yang bisa menunjukkan bahagiamu.
Seperti dalam cerita Pirates of Carebean, Captain Jack Sparrow memiliki kompas keinginan, kompas itu dapat menunjukkan arah diamana kau dapat menemukan/mewujudkan keinginanmu, dan kompas itu dapat digunakan dan dapat menunjukkan arah jika kamu benar-benar tahu apa yang kamu inginkan.

Pada suatu ketika Captain Jack Sparrow harus menghadapi kenyataan bahwa dia harus berhadapan dengan hal yang paling ditakutinya yaitu bertemu kembali dengan Navy Jhones Captain kapal Flying Dutchman, Monster Gurita yang tak bisa mati karena telah mengunci jantungnya dalam peti rahasia. Rasa takut yang sangat menyebabkan Jack Sparrow kehilangan kepercayaan diri dan tak bisa lagi menentukan apa yang paling dia inginkan, dan kompas ajaib itupun tak berfungsi.

Sayangnya aku tak punya kompas itu, dan mungkin kompas itu tak akan berfungsi bagiku, karena saat ini aku masih belum bisa merumuskan apa yang paling aku inginkan.
Aku teringat kata Nenekku dalam obrolan di suatu sore, beliau berkata dalam keinginan yang sungguh-sungguh terdapat suatu konsekuensi yang harus ditanggung yaitu keteguhan hati dan kesiapan mental untuk mewujudkannya, tak hanya cukup memohon dengan sangat kepada Tuhan, tapi sekeras apa usahamu untuk mewujdukan hal yang paling kau inginkan. Pertama yang harus kau lakukan adalah membuang rasa takutmu dan selalu berbaik sangka pada rencana Tuhan.

Aku telah melihat keseluruh penjuru mata angin semua ada harapan atas segala keinginan disana, tapi jalan ini masih licin dan berkabut, aku harus menata diri dan mempersiapkan bekal perjalanan untuk menghadapi segala kemunginan.

Menuliskan "Terima Kasih"


Aku suka bagian ini, bagian yang selalu aku simpan dalam hati dan melukiskannya dalam angan-angan, aku tak boleh menuliskannya sampai bagian yang lain terselesaikan, meski aku sangat ingin. Akhirnya setelah berbulan-bulan, aku merampungkan bagian-bagian inti dari tulisanku, dan kini saatnya menuliskan terima kasih…

Aku selalu menunggu saat ini, saat menuliskan kata terima kasih “Thanks To…”
Aku bahkan telah menuliskannya dalam benakku jauh sebelum aku menemukan judul tulisanku, aku telah menyimpanya dalam hati dan melukiskannya dalam angan-angan. Tak terbayang senanganya perasaannku saat tiba pada bagian ini, perasaan menggebu-ngebu bagai aktris hollywood yang menyampaikan “Thanks to- nya diatas panggung Piala Ozcar karena mendapat piala untuk kategori aktris terbaik, mungkin begitulah perasaanku saat menuliskan rasa terima kasih ini, aku menghayati setiap bagiannya dan dalam kata perkata terkandung sebuah kerendahan hati yang amat sangat.

Ucapan terima kasih bukanlah sekedar keharusan atau pelengkap tulisan, tapi inilah bentuk pengakuan terhadap diri yang tak kan pernah mampu melakukan segalanya sendiri, sebuah pengakuan bahwa ada Dzat yang maha kuasa pemilik keajaiban dan pemilik segala kemungkinan, maka pada bagian terima kasih ini dengan penuh rasa Syukur kepada Tuhan pemilik 99 sifat yang agung, kepada rasul Muhammad dan para maialkat yang selalu membentangkan sayapnya bagi para pencari ilmu aku berterima kasih kepada manusia-manusia keren yang telah menemani perjalananku sampai pada titik ini.

kepada abi (H. Abu Tazid Noer) yang telah mengajarkanku keteguhan hati, Nyik (Hj. Siti Maryam) yang mengajariku tentang ketulusan, Nenekku (Hj. Farhanah) yang memberiku contoh tentang keikhlasan, Mama Wiji yang mengajariku kesabaran, adekku Achmad Fawaid yang selalu lucu, laskar pelangiku (usamah, ubay, uday, ryan, azis, rahman) kalian adalah sumber inspirasi, three idiots (Fais, Affan dan Tomi) bercita-citalah yang tinggi dan mari mewujudkannya, buat seluruh keluargaku dimanapaun kalian berada, tante-tante dan Om-Omku yang budiman, kakak-kakak dan adek-adekku yang tersayang, aku selalu merasa menjadi manusia paling beruntung karena memiliki kalian semua, terima kasih atas segala support dan samudera doanya yang tak pernah kering….

Kepada kakak AFB aku sangat berterima kasih padamu atas semuanya, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin, kau telah menununjukkan banyak warna dalam hidup, I owe so much to you
Kepada semua guru, teman, dan kepada semua orang, siapapun dan dimanapun, baik dalam dunia nyata maupun maya, baik pernah berjumpa atau tidak, yang telah bersedia memberikan doa terbaiknya untukku, semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu.

Dan akhirnya tulisan terima kasih ini adalah sebuah persembahan, karena akupun tidak bisa memberikan apa-apa padamu selain ucapan terima kasih…..

Rabu, 25 Agustus 2010

"PESAN"

Aku tak bisa lagi kirimkan pesan padamu...

Angin tak bisa menyampaikannya.
Cuaca tak menentu akhir-akhir ini,
hujan turun terus smalaman...

Aku ingin mengirimkan pesan padamu,
sebuah pesan rahasia,
hanya Tuhan, aku dan kau yang boleh tahu...


Z J T L
D Q H M
C T J Z
M L T /