Minggu, 09 Oktober 2011

Hair Treatment




Akhir-akhir ini aku mengalami depresi, susah tidur dan sembelit. Mungkin ini karena banyak hal yang harus diselesaikan dalam waktu dekat tapi otakku tidak berfungsi seperti biasanya. Entah kuman apa yang bersarang di dalamnya, otakku jadi lemot pentium satu.

Karena depresi ini sangat mengganggu, maka aku putuskan untuk segera melakukan sesuatu. Merefresh otakku, menyegarkan kembali pikiranku dan melakukan sedikit relaksasi. Kesalon adalah salah satunya, salon adalah tempat rekreasi wanita masa kini. Aku putuskan untuk melakukan hair teatment, membabat habis rambutku, semodel dengan milik Emma Watson beberapa waktu lalu, meski temanku bilang aku jadi lebih mirip Lee Min Ho dalam serial City Hunter,

Aku termasuk perempuan yang suka bereksperimen dengan gaya rambut, terutama potongan rambut pendek, hampir semua model rambut pendek pernah kucoba, mulai dari rambut bob nungging ala Rihana hingga cepak ala Agnes Monica. Ini adalah salah satu keuntungan perempuan berjilbab, orang tidak akan tahu sekacau apa rambutku, tetap terlihat cantik, hehe.... Pernah beberapa kali mencoba mewarnai rambut tapi tak berhasil karena warna asli rambut hitamku terlalu kuat hingga bleaching beberapa kalipun tetap akan menghitam.

Setelah berhasil menghabisi rambut dan melakukan hair teatment, kepalaku jadi terasa enteng. Meski tak terlalu berpengaruh banyak terhadap kinerja otakku, penampilan yang lebih fresh akan membawa efek positif dan membuat lebih bersemangat.

Jika anda mengalami depresi atau stress cobalah datang kesalon melakukan hair treatment dengan merubah gaya rambut, creambath atau hairspa, mungkin ini akan membantu anda merasa segar kembali. Salon adalah tempat rekreasi wanita masa kini. Have a beatiful day....

Selasa, 04 Oktober 2011

I Dare My Self!




Ada yang pernah bilang padaku bahwa hidup ini terlalu menarik untuk dilewatkan dengan melakukan satu hal saja. Banyak hal dalam hidup yang bisa dilakukan bahkan dalam satu waktu sekaligus.

Aku tidak akan bererita tentang apa yang aku lakukan saat ini, karena memikirkannya saja membuat kepalaku pusing dan susah tidur. Jika ditanya mengapa aku mau melakukannya, jawabannya simple I Just wanna dare my self, tidak lebih. Tujuannya hanya untuk melihat sampai sejauh mana aku mamu menaklukkan segala ketidakmungkinan. (titik)

Mari kita memulai dari hal yang tidak mungkin, begitulah kata J Derrida.
Otakku mungkin sudah lelah berpikir, meski hasrat dan segala keinginan tak surut sedikitpun.

Keberanian, ya, hanya itu yang aku butuhkan, tidak lebih!

Keraguan dan ketidakpercayaan adalah musuh terbesar, enyahlah jauh-jauh!

Kesulitan adalah teman baik, mari kita berkawan, jangan membunuhku!

Keluh kesah itu hal biasa, raga yang ringkih tak bisa selamanya berlari, butuh teras untuk sejenak beristirahat, butuh pohon untuk berteduh bahkan need a shoulder to cry on.

Sekali lagi, ini hanya masalah keberanian, bukan tentang waktu, Dia telah memberikan waktu, entah sempit atau longgar itu hanya masalah durasi.

I dare my self, karena dengan beginilah aku menjalani hidup.

Semoga Tuhan selalu melindungiku.

Rabu, 21 September 2011

Jet Lag

Bagi anda yang merasa galau karena hubungan jarak jauh, should sing this song, Jet Lag by Simple Plan Feat Natasha Bedingfield:

What time is it where you are?
I miss you more than anything
Back at home you feel so far
Waitin' for the phone to ring
It's gettin’ lonely livin’ upside down
I don't even wanna be in this town
Tryin' to figure out the time zones makin' me crazy

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's driving me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged

What time is it where you are?
Five more days and I'll be home
I keep your picture in my car
I hate the thought of you alone
I've been keepin' busy all the time
Just to try to keep you off my mind
Tryin' to figure out the time zones makin’ me crazy

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jet lagged

I miss you so bad [x5]
I wanna share your horizon
I miss you so bad
And see the same sunrising
I miss you so bad
Turn the hour hand back to when you were holding me.

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss when you say good morning
But it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jetlagged
Is so jetlagged

Minggu, 11 September 2011

hai September....

awal bulan yang Fitri, diikuti dengan setumpuk agenda "unjung-unjung". banyak undangan pernikahan di bulan ini, banyak kelahiran dan juga banyak berita duka. ini juga awal semester baru, awal menjalankan tugas baru, tanggung jawab baru. rasanya seperti awal tahun, padahal ini sudah menjelang akhir tahun.

Selamat menjalani bulan September, bersemangatlah.... :)

Minggu, 21 Agustus 2011

Pintu Itu Bernama OSPEK

Ospek akronim dari orientasi pendidikan. Dikampus saya ospek dikenal dengan istilah PK2 MABA –saya kurang tau juga apa artinya, tapi tujuannya kurang lebih untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru tentang apa yang namanya kampus dan isinya. Semacam welcome ceremony bagi mahasiswa baru. Tahun ini kampusku menerima kurang lebih 14.000 maba, angka ini naik sekitar 25% dari tahun sebelumnya. sebuah angka yang fantastis menurut saya mengingat daya tampung dan mahalnya biaya pendidikan disana.

Ini ketiga kalinya saya mengikuti ospek dengan posisi yang berbeda, pertama tentu saja sebagai mahasiswa baru peserta ospek, kedua sebagai panitia ospek dari mahasiswa, dan ketiga sebagai dosen penyelenggara ospek, dosen baru lebih tepatnya.

Perubahan posisi dalam kegiatan ospek juga berpengaruh pada cara pandang saya terhadap ospek, saat menjadi Maba pada tahun 2003, tak ada apapun yang dipikirkan kecuali mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias meski terkadang kesal karena harus begadang mengerjakan tugas yang konyol dari kakak senior.

Tahun 2004-2005 saya menjadi panitia ospek dari mahasiswa. Cara pandangpun berubah, saya menempatkan diri sebagai senior, tidak lagi menjadi ‘obyek’. Pada fase ini, pola pendekatan yang digunakan adalah senioritas, pola hubungan yang dibangun adalah senior-junior, kakak-adik. Pola hubungan seperti inilah yang sering menimbulkan arogansi dikalangan kakak paitia ospek –sebagai senior- yang tidak mau disalahkan, anti protes dan cenderung mengintimadasi. Saya pikir tak ada yang salah dengan itu, selama nilai yang ingin dibangun adalah cinta almamater dan penguatan karakter. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan norma hukum dan etika yang ada.
Dalam pada itu, sebenarnya ada pertarungan nilai disana, ada muatan nilai-niai yang ingin disampaikan senior. Menanamkan jiwa pemberontak, jiwa berani untuk melawan, jiwa ketidaksukaan terhadap kekerasan, sehingga jika pada saat pelaksanaan ospek ada maba yang berani menantang senior, justru senior senang karena provokasinya berhasil dan doktrinasi itu berjalan.

Tahun ini, saya menjadi bagian dari penyelenggara kegiatan ospek, dosen panitia/pengawas ospek tepatnya. Sangat berbeda dengan sebelumnya, pada fase ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan akademis birokratif. Pembelajaran dan pengenalan birokrasi. Karena dosen merupakan bagian dari birokrasi kampus maka ospek –bagi dosen- adalah masa pengenalan kampus ‘birokratistik’ dan seluk beluk dunia akademis. Kurang lebih berisi tentang motifasi maba untuk semangat berkuliah, menjadi mahasiswa yang baik mengikuti seluruh kegiatan perkuliahan, tidak membuat masalah, dan lulus tepat waktu dengan nilai bagus.

Secara keseluruhan ospek khususnya difakultas saya -hukum - sangat jauh berbeda dengan ospek jaman saya dulu. Sudah tak ada lagi suara pentungan yang menggelegar di sepanjang tangga, lorong dan ruang kelas, tak ada bentakan atau teriakan di depan kuping, tak ada kata “kamu mau mati ya?” dari kakak senior jika melakukan kesalahan. Karena memang cara-cara seperti itu sudah tidak relevan untuk digunakan dan tidak bermartabat. Semua berjalan soft dan berorientasi pendidikan an-sich.

Adakah yang salah dengan itu? Saya rasa juga tidak, karena tujuan utama mahasiswa adalah belajar dan berkarya. Tetapi terasa ada yang kurang bagi saya, mahasiswa saat ini tidak diperkenalkan dan ditanamkan jiwa “ke-maha-siswaan”, jiwa yang tidak anti sosial, jiwa yang penuh mimpi indah akan perubahan, jiwa yang kritis, dinamis dan humanis. Kali ini rasanya ospek terlalu manis, terlalu banyak gula akademis yang disuguhkan. Kurang garam. Tak diceritakan bagaimana susahnya menentukan pilihan selama kuliah atau serunya menjadi mahasiswa dengan semangat idealisme yang menggebu-gebu.

Ospek selalu menyimpan cerita, setiap generasi menyimpan ceritanya sendiri, mugkin bagi sebagian mahasiswa baru ospek hanya hal biasa saja, rutinitas pra kuliah yang harus dilalui, tak berkesan. Tapi mungkin bagi sebagian mahasiswa lainnya ospek adalah pintu, menuju ruang baru yang penuh dengan warna. Pintu yang akan merubah hidupnya selama 4 tahun kedepan atau bahkan sepanjang karirnya.

Selamat datang mahasiswa baru FH 2011.
Fiat Justicia Ruat Coelum (sekalipun langit runtuh hukum harus ditegakkan)

Puasa bersama Nenek

Ini pertama kalinya aku menjalankan ibadah puasa di tanah leluhurku, meski dulu aku pernah menghabiskan masa SMP disana tapi saat bulan puasa aku memilih mudik ke rumah ibu di Jember. Cuaca di madura memang tidak terlalu bersahabat saat bulan puasa, panas, tapi pengalaman pertama ini sangat penyenangkan.

Saat bulan Ramadhan, rumah kami menjadi pusat kegiatan anak-anak. Orang Madura dikenal sangat religius, saat bulan ramadhan sekolah madrasah (SD) libur, anak-anak banyak menghabiskan waktu di masjid atau mushalla, karena rumah nenek berselebahan dengan masjid terbesar di kampung dan dirumah nenek juga terdapat mushalla khusus putri jadilah rumah kami sangat ramai saat bulan puasa.

Kegiatan mengaji dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 15.00 sore, waktu lima jam itu terasa sebentar karena mereka tidak hanya mengaji, mereka juga bisa bermain dan nonton tv.

Anak-anak yang mengaji di rumah nenek sebagian besar berasal dari keluarga pra-sejahtera, dan tidak punya televisi, ada juga yang sudah yatim piatu atau ditinggal orang tuanya menjadi TKW/I di luar negeri. Kadang mereka tak mau pulang hingga menjelang maghrib, kami sering menyiapkan makanan ekstra buat mereka.

Bagaimana denganku? apa yang aku lakukan? Tak banyak yang aku lakukan disana, seperti biasanya aku menjadi baby sitter, menemani sepupuku yang paling bungsu bermain, mengajarinya berjalan dan menjaganya dari hal-hal yang membahayakan, sementara ayahnya mengajar mengaji anak-anak dan ibunya memasak. Sesekali aku juga ikut bermain bersama anak-anak, atau membantu nenek dan tante menyiapkan hidangan buka puasa dan tadarrus.

Menyenangkan sekali melihat anak-anak semangat mengaji, serasa seperti dalam lagu “Suasana di Kota Santri” ;)

Suasana di kota santri
Asik senangkan hati
Tiap pagi dan sore hari
Muda mudi berbusana rapi
Menyandang kitab suci
Hilir mudik silih berganti
Pulang pergi mengaji.

Mungkin yang agak menyebalkan adalah peringatan Imsaknya yang –keterlaluan- dini, mulai pukul 12.00. menurut takmir masjidnya, ini dilakukan untuk membangunkan orang agar mau shalat malam dan memasak untuk makan sahur.

Diantara semua alarm alam pembangun sahur seperti ayam jago, jangkrik, kodok, tokek dan kawan-kawan, yang paling menggelegar dan berhasil membuatku langsung terperanjat bangun adalah suara sapi tetangga sebelah yang suaranya seperti paduan suara sedang konser dengan sound 5000 mega volt, maooooooooo....., keras banget. Aku sempat pengen mengabadikan suara sapi-sapi itu sebagai ring tone di hapeq, tapi aku urungkan karena sapinya ternyata sangat galak.

Puasa bersama nenek, kakek, dan keluarga disana, mungkin akan menjadi agenda tahunanku. Untuk saat ini aku masih belum berbuat banyak untuk anak-anak itu, tunggulah tahun depan, aku akan datang lagi...

Selasa, 02 Agustus 2011

Al-i'tiraf (sebuah Pengakuan)



Ilaahi lastu lilfirdausi ahla
walaa aqwaa 'alannaaril jahimi
fahabli taubatan waghfir dzunuubi
fa innaka ghoofiruddzambil 'adziimi

Dzunuubi mitslu a'daadir rimaali
fahablii taubatan yaa dzaljalaali
wa'umrii naaqishun fiikulliyaumi
wa dzambii zaa-idum kaifahtimali

Ilaahi 'abdukal 'aashi ataaka
muqirron biddzunuubi waqod da'aaka
fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
wa in tadrud faman narjuu siwaaka
(Abu Nawas)

Wahai Tuhanku... tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa....

Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,
maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku

wahai Tuhanku... hamba-Mu penuh maksyiat,
datang kepada-Mu bersimpuh memohon ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap?